Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Melalui Audiovisual Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Saat Mentruasi pada Remaja Putri Darmayanti, Ni Putu; Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Gede Juanamasta
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lack of knowledge among adolescent girls regarding Personal hygiene during menstruation remains a significant reproductive health problem that contributes to an increased risk of urinary tract infections, skin irritation, and reproductive tract disorders. Limited use of engaging educational methods and suboptimal utilization of modern learning media make health information difficult to understand and remember. This study aimed to analyze the effect of audiovisual-based education on increasing knowledge of Personal hygiene during menstruation among adolescent girls. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test with control group approach. The research sample consisted of 62 female students divided into an intervention group of 31 students and a control group of 31 students. The intervention group received health education using an audiovisual video for 30 minutes, while the control group did not receive any intervention. Data were collected using a structured questionnaire to measure knowledge levels before and after the intervention. Data analysis was performed using the Wilcoxon Sign Rank Test to examine within-group differences and the Mann–Whitney U Test to compare differences between groups, with a significance level of ? = 0.05. The results showed a significant increase in knowledge in the intervention group after receiving audiovisual education, as indicated by a shift in knowledge categories from fair and poor to predominantly good, accompanied by a p-value < 0.05. In contrast, the control group did not show significant changes. These findings indicate that audiovisual-based education is effective in improving adolescent girls’ knowledge of Personal hygiene during menstruation. Therefore, the use of audiovisual media is recommended as a reproductive health education strategy in school settings to strengthen sustainable clean and healthy behavior.
Gambar Pengetahuan Ibu Hamil Trimester 3 Tentang Manfaat Pijat Oksitosin Dalam Meningkatkan Produksi ASI: Image Knowledge of Pregnant Women in Their Third Trimester About the Benefits of Oxytocin Massage in Increasing Breast Milk Production Ni Made Ayu Santhi Nareswari; N.L.G Puspita Yanti; I Gede Juanamasta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10083

Abstract

Cakupan pemberian ASI yang masih rendah dari capaian target global maupun nasional. Capaian global dengan 44% dari 50% capaian target, nasional 65% dari 80% capaian target dan Kota Madya Denpasar 70,2% dari 80% capaian target. Intervensi yang dapat dilakukan untuk memproduksi ASI dengan cara pijat oksitosin. Pijat oksitosin bertujuan merangsang pengeluaran hormon oksitosin, sehingga dapat membantu melancarkan produksi ASI dan pemberian ASI secara optimal. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi gambaran karakteristik ibu dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil trimester 3 tentang manfaat pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 3 di UPTD Puskesmas 1 Denpasar Utara, jumlah sampel penelitian ini adalah 49 ibu hamil trimester 3, yang diambil dengan teknik accidental sampling, pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang sudah uji validitas & reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil trimester 3 tentang manfaat pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI sebagian besar dengan tingkat pengetahuan kurang, yaitu 31 orang (63,3%) dan sebagian kecil ibu berpengetahuan baik 5 orang (10,2%). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya sebagian besar ibu dengan usia reproduktif 20-35 tahun, paritas nulipara, pendidikan SMA, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Faktor terjadinya pengetahuan kurang dikarenakan pada usia reproduktif rentan kurang informasi, paritas nulipara belum pengalaman dari kelahiran sebelumnya, pendidikan SMA kurangnya kemampuan literasi kesehatan dan akses terhadap sumber informasi ilmiah seperti pijat oksitosin, serta pekerjaan ibu rumah tangga memiliki interaksi sosial yang terbatas di luar lingkungan sehingga minimnya pengetahuan tentang edukasi kesehatan