Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan aman. Namun penggunaan kontrasepsi implan di Indonesia masih cukup rendah sekitar 7.3%, Hal ini lebih rendah dibandingkan dengan kontrasepsi suntik sekitar 35.3%, pil 30.5%, IUD15.2%. Pemakaian kontrasepsi implan dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya adalah tingkat pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Ibu dengan penggunaan alat kontrasepsi implan di Puskesmas Air Santok tahun 2025. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 25-30 Agustus 2025 di Puskesmas Air Santok. Sampel penelitian sebanyak 31 psangan usia subur. Uji statistik menggunakan Chi Square taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh yaitu 17 (54.8%) responden memiliki pengetahuan baik, lebih dari separuh yaitu 16 (51.6%) responden memiliki sikap negatif, dan lebih dari separoh 18 (58.1%) responden tidak memakai kontrasepsi implant. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan dengan pemakaian alat kontrasepsi implant Puskesmas Air Santok (p-value = 0.014) dan terdapat ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan dengan pemakaian alat kontrasepsi implant Puskesmas Air Santok (p-value = 0.019). Saran, tenaga kesehatan dapat lebih gencar lagi mensosialisasikan manfaat positif kontrasepsi implan, terutama pada wanita yang memiliki kesibukan harian yang padat dan tidak memungkinkan mengurus anak penuh waktu.