Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Latihan Fisik (Knee Pain Exercise) Sebagai Upaya Terapi Non Farmakologi Atasi Nyeri Lutut Lansia Widiastuti, Agung; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Kholifa, Siti Nurul; Raharja, Muhammad Langlang Tahta
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kdvpsj74

Abstract

Nyeri lutut merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada lansia di Kelurahan Serengan, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup, membatasi aktivitas sehari-hari, meningkatkan risiko cedera, serta menyebabkan ketergantungan. Penanganan saat ini hanya berfokus pada terapi farmakologi masih kurang optimal, padahal intervensi non-farmakologi seperti latihan fisik terbukti efektif dan aman untuk mengurangi nyeri. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman dan pendampingan kepada lansia di Kelurahan Serengan mengenai pentingnya latihan fisik sebagai terapi non-farmakologi untuk mengatasi nyeri lutut. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan: (1) Persiapan, termasuk koordinasi dan perencanaan; (2) Implementasi, yang mencakup sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi latihan lutut; dan (3) Evaluasi, yang dilakukan melalui umpan balik dan evaluasi pengetahuan lansia menggunakan pretest dan posttest. Hasil Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri lutut kategori sedang sebanyak 16 responden dan setelah dilakukan latihan fisik nyeri menurun menjadi skala ringan sebanyak 25 responden, serta tingkat pengetahuan yang kurang sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 30 responden dan meningkat signifikan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebanyak 26 responden dalam kategori pengetahuan baik dan 14 responden kategori pengetahuan sedang. Kesimpulan latihan fisik bermanfaat untuk mengurangi intensitas nyeri dan kekakuan sehingga dapat meningkatkan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup lansia serta mengurangi ketergantungan pada orang lain.
Hubungan Koping dan Kecemasan dengan Nyeri Post-ORIF Ekstremitas Bawah di RS Ortopedi Surakarta Raharja, Muhammad Langlang Tahta; Widiastuti, Agung; Utomo, Endrat Kartiko
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1205

Abstract

Lower extremity fractures are a significant musculoskeletal problem with a steadily increasing incidence globally and nationally. The standard treatment for fractures is ORIF. ORIF procedures cause postoperative pain, which is greatly influenced by psychological factors such as anxiety levels and the patient's coping mechanisms. Poorly managed post-ORIF pain can negatively impact physiological responses, emotional status, and slow down the patient's healing process. While pharmacological pain management remains a priority, there is still a need to integrate more optimal non-pharmacological interventions to address anxiety and pain at Prof. Dr. R. Soeharso Orthopedic Hospital in Surakarta, making an understanding of the relationships between these variables essential. This is a quantitative study with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The study population includes all patients who have undergone lower extremity ORIF, with a sample of 35 respondents selected using purposive sampling techniques that meet the inclusion criteria. Data collection was conducted using standardized questionnaire instruments: the Jalowiec Coping Scale (JCS) to measure coping mechanisms, the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to assess anxiety levels, and the Numeric Rating Scale (NRS) to measure pain intensity. Data analysis utilized the Spearman Rank correlation test to test the hypothesis. The results of bivariate statistical analysis showed a significant relationship between coping mechanisms and pain intensity (p-value 0.002, r= -0.509) and between anxiety levels and pain intensity (p-value 0.000, r= 0.797) in patients who had undergone lower extremity ORIF. Conclusion: There is a relationship between coping mechanisms and anxiety levels with pain intensity in patients who have undergone lower extremity ORIF at Prof. Dr. R. Soeharso Orthopedic Hospital in Surakarta.