Kegiatan wisata di sungai yang menggunakan ban yang dikenal dengan istilah River Tubing memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana liburan berbasis sungai. Namun, Mitra pengabdian wisata Banyumaro River Tubing menghadapi tantangan berupa aktivitas wisata ini seperti risiko keselamatan karena kondisi arus Sungai yang deras, kondisi cuaca yang tidak menentu, minimnya informasi real-time terkait kondisi sungai, serta rendahnya literasi teknologi para pengelola. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan teknologi sensor pemantau debit air dan sistem informasi digital berbasis aplikasi Blynk untuk memperkuat manajemen wisata melalui penerapan teknologi yang mendukung keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan aktivitas wisata. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu pemasangan sensor pada titik strategis sungai untuk memantau kondisi aliran, pelatihan pengoperasian dan perawatan alat, serta pelatihan pembacaan data digital untuk pengambilan Keputusan dengan pemanfaatan aplikasi monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam memahami fungsi alat dari 40% menjadi 85%, kemampuan merawat alat dari 35% menjadi 70%, dan keterampilan membaca data monitoring dari 35% menjadi 75%. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital mampu meningkatkan keselamatan wisata, memperkuat kapasitas pengelola, dan meningkatkan citra Banyumaro River Tubing sebagai destinasi wisata alam berbasis teknologi