Pewarnaan sediaan sitologi dilakukan untuk memperjelas morfologi sel agar dapat diamati secara mikroskopis, khususnya pada bagian inti sel dan sitoplasma. Pewarnaan Diff Quick merupakan metode yang umum digunakan karena cepat dan memiliki kontras warna yang baik, tetapi salah satu komponennya, methylene blue, bersifat toksik dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pewarnaan sediaan sitologi menggunakan larutan bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai alternatif alami pengganti methylene blue dengan pewarnaan Diff Quick. Jenis penelitian True Experiment dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design, terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 kali pengulangan menggunakan 1 sampel cairan pleura yang diwarnai dengan larutan bunga telang pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30%, serta dibandingkan dengan pewarnaan Diff Quick standar sebagai kontrol. Hasil pemeriksaan mikroskopik larutan bunga telang konsentrasi 20% menunjukkan kualitas tidak baik, 25% menunjukkan kualitas cukup baik dan 30% menunjukkan kualitas pewarnaan yang paling mendekati pewarnaan standar dengan kategori “sangat baik.” Uji Friedman menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,001), dan uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara larutan bunga telang 30% dengan kontrol (p=0,063). Kesimpulannya, larutan bunga telang konsentrasi 30% memiliki potensi sebagai pewarna alami alternatif methylene blue dalam Metode Diff Quick. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menaikkan konsentrasi larutan pewarna bunga telang atau menaikkan pH larutan pewarna bunga telang (Clitoria ternatea L).