Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Rumiyati; Ahmad Muhlisin; Akhmad Muntaha; Aima Insana
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i1.119

Abstract

Gangguan jiwa adalah sekelompok gejala yang ditandai dengan perubahan pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang yang menimbulkan disfungsi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hemoglobin merupakan salah satu senyawa dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut zat oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Kadar hemoglobin dalam darah merupakan indikator laboratorium yang digunakan untuk menetapkan prevalensi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hemoglobin dengan Indeks Massa Tubuh pada pasien jiwa. Metode yang digunakan Cross Sectional dengan tehnik sampling Accidental. Penelitian dilaksanakan tanggal 08 sampai 31 Agustus 2023. Populasi penelitian adalah pasien jiwa yang di rawat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Responden sebanyak 30 orang dengan Teknik pengambilan Total Sampling. Hasil penelitian kadar Hemoglobin pada pasien jiwa didapat nilai dibawah normal 15 orang (50 %), nilai normal 13 orang (43,3%), nilai diatas normal sebanyak 2 orang (6,7 %). Hasil pengukuran Indeks Massa Tubuh didapat hasil kurus sebanyak 7 orang (23,3 %), Normal sebanyak 18 orang (60,0 %), gemuk sebanyak 5 orang (16,7 %). Hasil analisa uji statistik Pearson didapatkan nilai pearson correlation 0.396 korelasi itu menunjukkan korelasi rendah. Nilai p value 0.030 pada Sig.2 tailed disimpulkan ada hubungan antara kadar Hemoglobin dengan Indeks Massa Tubuh pada pasien jiwa. Penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan bagi tenaga medis dalam mengelola pasien jiwa yang memiliki masalah Kesehatan terkait kadar Hemoglobin dan Indeks Massa Tubuh. Kata kunci : Hemoglobin, Indeks Massa Tubuh, Pasien Jiwa
Media Lokal Ekonomis Untuk Kultivasi Trichophyton Rubrum: Inovasi Kacang Hijau, Glukosa Dan Kitin Aima Insana; Siti Rachmah; Ricko Dharmadi Utama
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i3.571

Abstract

This study examined the effect of modified mung bean powder (Vigna radiata) media with the addition of glucose and chitin on the growth of Trichophyton rubrum. The results of the One Way ANOVA test showed a p value = 0.931 (p>0.05), indicating no significant difference between the modified media and Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Media with a concentration of 2% showed a colony diameter of 97.8% of the control, proving the ability of mung bean nutrition, glucose, and chitin to support fungal growth. The color of the media varied from light to dark yellow without affecting the morphology of the colony. The best growth occurred on the 4th to 14th day with a cotton-like colony texture. These results confirm the potential of modified mung bean media as an economical, environmentally friendly, and effective alternative to SDA, especially for laboratories with limited resources, as well as opening opportunities for the development of local media based on other natural materials.
PERBEDAAN KUALITAS PEWARNAAN SEDIAAN SITOLOGI MENGGUNAKAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI METHYLENE BLUE PADA METODE DIFF QUICK Rizky Arsyanti; Neni Oktiyani; Aima Insana; Ratih Dewi Dwiyanti
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.232

Abstract

Pewarnaan sediaan sitologi dilakukan untuk memperjelas morfologi sel agar dapat diamati secara mikroskopis, khususnya pada bagian inti sel dan sitoplasma. Pewarnaan Diff Quick merupakan metode yang umum digunakan karena cepat dan memiliki kontras warna yang baik, tetapi salah satu komponennya, methylene blue, bersifat toksik dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pewarnaan sediaan sitologi menggunakan larutan bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai alternatif alami pengganti methylene blue dengan pewarnaan Diff Quick. Jenis penelitian True Experiment dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design, terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 kali pengulangan menggunakan 1 sampel cairan pleura yang diwarnai dengan larutan bunga telang pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30%, serta dibandingkan dengan pewarnaan Diff Quick standar sebagai kontrol. Hasil pemeriksaan mikroskopik larutan bunga telang konsentrasi 20% menunjukkan kualitas tidak baik, 25% menunjukkan kualitas cukup baik dan 30% menunjukkan kualitas pewarnaan yang paling mendekati pewarnaan standar dengan kategori “sangat baik.” Uji Friedman menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,001), dan uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara larutan bunga telang 30% dengan kontrol (p=0,063). Kesimpulannya, larutan bunga telang konsentrasi 30% memiliki potensi sebagai pewarna alami alternatif methylene blue dalam Metode Diff Quick. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menaikkan konsentrasi larutan pewarna bunga telang atau menaikkan pH larutan pewarna bunga telang (Clitoria ternatea L).