Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL SUPERVISI KLINIS DIFERENSIASI SEBAGAI STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Asyifa Dalail Khairat; Sufi Salsa Billa; Dzakiyah Khairiyah; Miftahul Husna; Rena Revita
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7769

Abstract

Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh profesionalisme guru dalam memenuhi kebutuhan Pembelajaran di Abad ke-21, terutama dalam menguasai keterampilan 4C yaitu Kritis, Komunikasi, Kolaborasi, dan Kreativitas. Sebagai pemimpin dalam instruksi, kepala sekolah memegang peranan kunci dalam mendukung peningkatan kompetensi guru melalui program pembinaan yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan merumuskan model supervisi klinis kepala sekolah yang paling efisien untuk pengembangan keterampilan guru di era digital. Metode yang diterapkan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengevaluasi 15 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Analisis literatur dilakukan menggunakan metode PICO (Populasi, Intervensi, Perbandingan, Hasil) untuk memastikan kualitas serta relevansi temuan yang didapat. Hasil dari sintesis menunjukkan bahwa model yang paling efektif adalah Supervisi Klinis Diferensiasi, yang mengkombinasikan siklus perbaikan terfokus yang berbasis data dari Supervisi Klinis dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan pengalaman guru. Penerapan dari model ini mencakup Supervisi Klinis intensif untuk guru pemula, Peer Coaching untuk guru berpengalaman, dan Self-Directed Supervision untuk guru yang ahli. Model ini berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang memicu Pemikiran Tingkat Tinggi (HOTS), mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta memperkuat kepercayaan diri dan praktik reflektif para guru. Penelitian ini menghasilkan sebuah kerangka teoritis yang menempatkan kepala sekolah sebagai pelatih dan mitra reflektif, memastikan bahwa pembinaan profesional bersifat sesuai, berkelanjutan, serta mampu beradaptasi dengan tantangan pendidikan yang modern.