Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan akhlak yang mulia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, pendidikan menghadapi tantangan serius berupa degradasi moral dan melemahnya nilai-nilai keimanan pada peserta didik, khususnya di jenjang sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji upaya memperkokoh pondasi iman dan proses transformasi akhlak siswa melalui pendidikan agama Islam dengan menelaah faktor pendukung, faktor penghambat, serta strategi implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan jurnal penelitian yang relevan dengan tema iman, akidah, dan akhlak. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan iman dan transformasi akhlak siswa dapat dilakukan secara efektif melalui integrasi pendidikan agama dalam kurikulum, keteladanan guru, pembiasaan nilai religius, budaya sekolah yang kondusif, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Namun, proses tersebut masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya kesadaran diri siswa, pengaruh negatif media digital, kurangnya keterlibatan orang tua, serta keterbatasan waktu dan metode pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan agar nilai-nilai iman dan akhlak dapat terinternalisasi secara optimal dalam kehidupan siswa.