Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Iman dan Akhlak Dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda Riddayani, Riddayani; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1721

Abstract

Pembentukan karakter generasi muda menjadi isu penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial pada era modern. Menurunnya pemahaman dan pengamalan akhlak yang baik di kalangan generasi muda tidak terlepas dari minimnya perhatian keluarga, lemahnya kontrol sosial, serta pengaruh negatif media digital dan media sosial. Dalam konteks ini, iman dan akhlak memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepribadian yang kuat, bermoral, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran iman dan akhlak dalam pembentukan karakter generasi muda. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap buku akademik, artikel jurnal ilmiah, dan sumber tertulis relevan lainnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa iman berperan sebagai pengendali sikap dan perilaku, sedangkan akhlak menjadi wujud nyata nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter berbasis iman dan akhlak mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati sosial, tanggung jawab, serta kesiapan menjadi generasi penerus bangsa yang beradab, berilmu, dan bertakwa.
Strategi Guru Dalam Menghadapi Siswa yang Mengalami Kesulitan Memahami Materi FPB Dan KPK di Sekolah Dasar Annisa, Auliyana; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Rahmah, Cindy; Pertiwi, Mutia; Riddayani, Riddayani; Rahmi, Yulia
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam menghadapi siswa yang kesulitan memahami materi FPB dan KPK di sekolah dasar. Hasil penilitian menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi FPB dan KPK, kesalahan umum yang terjadi di antaranya adalah lemahnya keterampilan berhitung seperti penguasaan perkalian dan Pembagian, serta kurangnya pemahaman konsep dasar. Ditemukannya permasalahan yang sering terjadi saat melaksanakan pembelajaran matematika, pembelajaran matematika dipandang sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, kritis pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang menggunakan pengumpulan data atau objek penelitiannya yang diperkuat dengan cara pengumpulan dan membaca berbagai jurnal dan artikel. Adapun sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pencarian pada “Google Scholar”, untuk lebih memperkaya penelusuran data yang diinginkan oleh peneliti. Definisi FPB dan KPK Secara umum, FBP (faktor persekutuan terbesar) adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan atau lebih tanpa sisa, sdangkan KPK (kelipatan sekutu terkecil) adalah bilangan positif terkecil yang merupakan kelipatan dari dua bilangan atau lebih. strategi guru, kesulitan memahami materi FPB dan KPK, cara menentukan FPB dan KPK Berdasarkan hasil penilitian mengenalai strategi guru dalam menghadapi siswa yang mengalami kesulitan memahami materi FPB dan KPK di sekolah dasar, dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami materi FPB dan KPK di pengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dasar matematika, kemampuan berhitung, serta ketidakmampuan siswa dalam menyusun langkah penyelesaian masalah secara sistematis.