Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Surat Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor S-171/MS/BS.00.01/2/2023 Perihal Penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako Agustina, Indria; Bangsu, Tamrin; Munandar, Aries
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1438

Abstract

Program Sembako merupakan bentuk transformasi dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan menjadi salah satu program pemerintah Indonesia dalam upaya menanggulangi kemiskinan. Program Sembako bertujuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan dan untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini juga akan memberikan Keluarga KPM gizi yang lebih seimbang, meningkatkan ketepatan (sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi), dan memberikan KPM pilihan dan kendali untuk memenuhi kebutuhan pangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan analisis menggunakan teori tahapan proses dalam implementasi yang terdiri dari sosialisasi, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Sembako di Kecamatan Arma Jaya pada tahap sosialisasi, tahap implementasi, tahap monitoring dan evaluasi kebijakan belum berjalan dengan efektif dan optimal dikarenakan Tim Koordinasi Bantuan Sosial Pangan belum menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelaksana dengan maksimal.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi melalui Sosialisasi bagi Siswa Sekolah Dasar di Pulau Enggano, Bengkulu Azizah, Wafiq; Osira, Yessilia; Agustina, Indria
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v19i1.46038

Abstract

This study aims to describe the process of reproductive health knowledge socialization among students at SDN 051 Bengkulu Utara, located in Enggano Island, one of the outermost regions of Bengkulu Province, Indonesia, which faces limited access to information, healthcare services, and formal education. A qualitative approach with a case study design was employed. The informants consisted of 35 students from grades I to III and three teachers, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that, before the intervention, students had minimal understanding of basic reproductive health concepts. This limited knowledge was attributed to the lack of structured reproductive health education in schools, cultural taboos that discourage open discussion of reproductive topics, and limited parental involvement. Students were unable to identify private body parts accurately, distinguish between appropriate and inappropriate touch, or describe proper hygiene practices. After participating in an interactive and age-appropriate socialization program that included videos, educational songs, and practical demonstrations, students showed significant improvement in cognitive, affective, and psychomotor domains. This study highlights the urgent need for comprehensive reproductive health education at the primary school level, particularly in underserved and remote areas such as Enggano Island. Sustainable educational programs involving teachers, parents, and healthcare workers are essential to build a safe and informed environment for children. The findings provide a foundation for the development of targeted policies and educational interventions aimed at preventing early marriage, reducing sexual violence, and improving children's overall well-being.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses sosialisasi pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa SDN 051 Bengkulu Utara. Sekolah ini terletak di Pulau Enggano, wilayah terluar Provinsi Bengkulu yang mengalami keterbatasan akses terhadap informasi, layanan kesehatan, dan pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri dari 35 siswa kelas I hingga III dan tiga guru yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kegiatan sosialisasi dilakukan, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang sangat terbatas mengenai kesehatan reproduksi. Keterbatasan ini disebabkan oleh minimnya edukasi dari lingkungan keluarga, stigma budaya yang menganggap pembahasan topik reproduksi sebagai hal tabu, serta belum adanya program pendidikan kesehatan reproduksi yang terstruktur di sekolah. Anak-anak belum mampu mengenali bagian tubuh pribadi, belum memahami pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi, dan tidak mengetahui batasan sentuhan yang aman dan tidak aman. Setelah sosialisasi dilakukan dengan pendekatan interaktif melalui media video, lagu edukatif, dan praktik langsung, terjadi peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan kognitif, sikap afektif, dan keterampilan psikomotorik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak usia dini, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Pulau Enggano. Program edukasi yang kontekstual, berkelanjutan, dan melibatkan peran aktif guru, orang tua, serta tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk membentuk pemahaman dasar anak dalam menjaga diri dan mencegah risiko seperti kekerasan seksual dan pernikahan dini. Temuan ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan dan intervensi pendidikan yang lebih tepat sasaran.
ANALISIS PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI KESUKSESAN KICKSTARTER MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKPROPAGATION DAN RANDOM FOREST Agustina, Indria; Mulyani, Yessi; Septiana, Trisya; Mardiana, Mardiana
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v10i3.2742

Abstract

Model prediksi ini dibangun dengan pendekatan klasifikasi pada data mining dengan algoritma backpropagation ANN dan random forest . Kategori tingkat kesuksesan dibagi menjadi dua yaitu tidak sukses, dan sukses. Selanjutnya model prediksi dikembangkan berdasarkan variabel-variabel informasi yang ada, dimana model dikembangkan dalam dua tahap. Tahap pertama, model prediksi dikembangkan dengan 10 variable (9 variabel sebagai input dan 1 variabel sebagi laebl) yang ada pada dataset. Kemudian pada tahap kedua hanya 8 variabel (7 variabel sebagai input dan 1 variabel sebagai label), dikurangi variabel-variabel tentang pledge dan backers pada pengembangan model prediksi. Pengembangan model prediksi ini menggunakan 5723 data campaign kategori teknologi dari portal Kickstarter. Model pertama menggunakan algoritma backpropagation ANN dan random forest  memberikan akurasi tertinggi masing-masing sebesar (89%, 98%) Sedangkan model kedua memberikan akurasi tertinggi masing-masing sebesar (69%, 65.7%) Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengurangan variabel pledge dan backers dapat menurunkan performa model prediksi. Berkaitan dengan pemanfaatan, 2 model prediksi tahap pertama dan kedua adalah sebagai perbandingan. Dan dari data yang sudah didapat dapat disimpulkan bahwa model yang akan dipakai untuk memprediksi kesuksesan kickstarter adalah model pertama dengan menggunakan algoritma rando forest yang merupakan model terbaik dengan nilai akurasi 98% dan nilai f1-score nya  98%.
SELF-ACCEPTANCE AMONG THE ELDERLY IN THE TRESNA WERDHA CENTER IN BENGKULU Rupawani, Made Cintia; Fadlurrohim, Ishak; Agustina, Indria
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 17 No. 2 (2025): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v17i2.71303

Abstract

This study aims to gain a deeper and more comprehensive understanding of self-acceptance among elderly individuals living at Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu, focusing on the factors that influence this psychological condition. Using a descriptive qualitative method, the research involved five elderly participants who served as key informants and provided detailed explanations regarding their personal experiences, perceptions, and reflections about life in the institution. The findings show that seven out of ten identified factors contribute positively to self-acceptance. These factors include the ability to understand oneself, having realistic expectations, the absence of significant environmental barriers, the lack of severe emotional disturbances, past achievements that strengthen confidence, maintaining a stable self-concept, and experiencing positive parenting earlier in life. These positive influences are supported by healthy thinking patterns, relatively good physical conditions, and emotional resilience in managing current challenges. However, three factors were found to hinder self-acceptance: receiving positive attitudes from others, identifying with well-adjusted individuals, and having a broad self-perspective. These inhibiting factors are associated with disharmonious peer relationships and a tendency for individuals to rely primarily on personal judgment rather than external input. In conclusion, the study highlights that self-acceptance among the elderly is shaped by both internal and external factors. It is recommended that elderly care institutions strengthen social and emotional support, and that further research be conducted to explore these influences more deeply in order to develop effective interventions that improve the well-being and overall quality of life of older adults. Key words: self-acceptance, elderly, social institution  
Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Berbasis Digital (Cyber Violence) Setiawati, Ida Agus; Agustina, Indria; Hila, Syahrio Marta
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.732

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga meningkatkan risiko kekerasan berbasis digital pada anak. Berbagai data nasional menunjukkan tingginya kerentanan anak terhadap kejahatan online. KPAI mencatat 26.869 kasus kekerasan digital pada 2024, sedangkan Simfoni PPA melaporkan 7.842 kasus kekerasan terhadap anak pada periode Januari–Juni 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di LKSA Aisyiyah “Kasih Ibu” dengan sasaran 18 anak berusia 8–18 tahun. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam menggunakan media digital secara aman. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, storytelling, dan ice breaking. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi perilaku, serta perbandingan kemampuan awal (pre-evaluasi) dan capaian akhir (post-evaluasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan praktik keamanan digital. Sebelum kegiatan, hanya 4 dari 18 anak yang mampu menyebutkan empat jenis kekerasan digital, dan 15 anak memiliki akun media sosial tanpa pengaturan privasi. Setelah kegiatan, 12 anak secara mandiri mengunci akun mereka, sedangkan 6 lainnya melakukan pengaturan privasi dengan pendampingan. Selain itu, 85% anak mampu menjawab pertanyaan evaluatif dan 7 anak aktif berdiskusi serta bertanya mengenai risiko dunia maya. Temuan ini menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, sikap kehati-hatian, serta perubahan perilaku nyata dalam menjaga privasi. Implikasi kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi literasi digital sebagai langkah preventif dalam melindungi anak dari paparan kekerasan digital. Edukasi berbasis pendekatan interaktif terbukti efektif dan dapat direplikasi di panti maupun sekolah lain.