Hila, Syahrio Marta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Berbasis Digital (Cyber Violence) Setiawati, Ida Agus; Agustina, Indria; Hila, Syahrio Marta
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.732

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga meningkatkan risiko kekerasan berbasis digital pada anak. Berbagai data nasional menunjukkan tingginya kerentanan anak terhadap kejahatan online. KPAI mencatat 26.869 kasus kekerasan digital pada 2024, sedangkan Simfoni PPA melaporkan 7.842 kasus kekerasan terhadap anak pada periode Januari–Juni 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di LKSA Aisyiyah “Kasih Ibu” dengan sasaran 18 anak berusia 8–18 tahun. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam menggunakan media digital secara aman. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, storytelling, dan ice breaking. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi perilaku, serta perbandingan kemampuan awal (pre-evaluasi) dan capaian akhir (post-evaluasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan praktik keamanan digital. Sebelum kegiatan, hanya 4 dari 18 anak yang mampu menyebutkan empat jenis kekerasan digital, dan 15 anak memiliki akun media sosial tanpa pengaturan privasi. Setelah kegiatan, 12 anak secara mandiri mengunci akun mereka, sedangkan 6 lainnya melakukan pengaturan privasi dengan pendampingan. Selain itu, 85% anak mampu menjawab pertanyaan evaluatif dan 7 anak aktif berdiskusi serta bertanya mengenai risiko dunia maya. Temuan ini menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, sikap kehati-hatian, serta perubahan perilaku nyata dalam menjaga privasi. Implikasi kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi literasi digital sebagai langkah preventif dalam melindungi anak dari paparan kekerasan digital. Edukasi berbasis pendekatan interaktif terbukti efektif dan dapat direplikasi di panti maupun sekolah lain.
Motivasi Generasi Z dalam Memakai Jasa Pinjaman Online di Kota Bengkulu Cindy Anela Dewilta; Herlina, Muria; Hila, Syahrio Marta
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 24 No 2` (2025): PEKSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v24i2`.1654

Abstract

Online loans, commonly referred to as pinjol in Indonesia, are loans conducted online via websites or mobile applications without requiring collateral. In other words, borrowing through online loan platforms can be done without face-to-face interaction. The phenomenon of online loan usage among young people reflects dynamic changes in their financial behavior, which need to be understood more deeply. This study aims to examine the underlying motivations behind Generation Z's use of online lending services, particularly to understand whether these motivations stem from intrinsic or extrinsic factors. The research employs a qualitative approach with a descriptive method. Informants were selected using the snowball sampling technique, in which initial informants recommended subsequent participants until sufficient data were obtained. This research uses data collection techniques by of means observation, interviews and documentation. This research uses data collection techniques by of means observation, interviews and documentation. The research results show that most informants decisions to use online loans were influenced by external factors, particularly threats or pressing circumtances. This was evident in the need to quickly obtain funds to pay for boarding, tuition, installments, or debts arising from online gambling activities. Meanwhile, only a small proportion of informants were driven by intrinsic motivation in using online loan services.