Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Problem Based Learning dalam Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar untuk Mengembangkan Nalar Empatik dan Moderat Peserta Didik Prawira, Salsabila Putri; Nadirahman, Muhammad; Nuraini; Safira, Afta; AR, Zaini Tamin
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2025.3.2.237-254

Abstract

Strategi Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi pendekatan yang efektif untuk mengembangkan nalar empatik dan moderat peserta didik. Melalui pemberian masalah-masalah kontekstual terkait keberagaman, toleransi, dan isu sosial-keagamaan, peserta didik dilatih untuk menganalisis situasi secara kritis, memahami perspektif orang lain, dan merumuskan solusi yang humanis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai teori, hasil penelitian, dan praktik implementasi PBL dalam pembelajaran PAI. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi relevansi strategi PBL dalam pembentukan sikap empatik dan moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, serta membangun kesadaran sosial keagamaan yang inklusif. Penerapan PBL dalam PAI tidak hanya mengembangkan kompetensi kognitif, tetapi juga karakter peserta didik melalui proses refleksi, dialog, dan pemecahan masalah secara konstruktif. Dengan demikian, PBL merupakan strategi yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai empati dan moderasi beragama dalam konteks pendidikan Islam. Kesimpulan dari penerapan strategi ini adalah PBL meningkatkan kepekaan sosial dan empati peserta didik. Melalui penyajian masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan isu keberagaman, konflik sosial, dan dinamika keagamaan, peserta didik terlibat dalam proses memahami sudut pandang orang lain. Proses diskusi kelompok dan refleksi membantu mereka menyadari perbedaan pengalaman, kebutuhan, serta nilai yang dimiliki orang lain.