Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy to Increase Tourist Visit Interest in See Hin Kiong Temple to Empower the Economy of Padang City Ibnu Muzaf; Rahmad Ramadan
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 23 No. 3 (2025): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v23i3.906

Abstract

This study analyzes strategies that can be implemented to increase interest in visiting See Hin Kiong Temple to empower the regional economy of Padang City. Padang is the capital of West Sumatra Province which has a rich culture, one of which is See Hin Kiong Temple as a religious and Chinese cultural tourism destination that is a form of acculturation in Padang City. The purpose of this study is to determine the characteristics of See Hin Kiong Temple such as tourist attractions, facilities and infrastructure, transportation, tourism promotion, tourism management and develop strategies to increase interest in tourist visits to support the economic empowerment of Padang City. The method used is a qualitative descriptive analytical approach with direct observation, interviews with managers, and relevant literature studies to identify attractions, facilities and infrastructure, and economic potential in the Temple. The results show that See Hin Kiong Temple has the potential as a cultural heritage that encourages economic growth in Padang with characteristics such as advantages and disadvantages. See Hin Kiong Temple has historical and cultural value, architectural uniqueness equipped with a museum, a strategic location and cultural status. However, the Temple requires special maintenance making it difficult to preserve the building. Currently, the Temple is also less attractive to visit by the younger generation. The proposed strategies include creating structured tour packages with historical guidebooks, empowering local community human resources through management education, collaborating with the government and businesses for additional facilities, and digital promotion via social media and annual events.
Dampak Migrasi Terhadap Sosial Budaya di Kota Batam Ibnu Muzaf; Divani Fadilah Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3257

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang dampak migrasi terhadap perubahan sosial budaya di Kota Batam, Kota yang merupakan tempat tujuan migrasi dari berbagai daerah di Indonesia. Migrasi dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan kondisi ekonomi, namun juga membawa perubahan sosial budaya melalui proses akulturasi. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui perubahan budaya sosial yang terjadi akibat migrasi di Kota Batam, faktor migrasi, serta dampak positif dan negatif terhadap sosial budaya Kota Batam. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengambil sumber data yang relevan tentang dampak migrasi terhadap sosial budaya. Analisis dan penyajian datanya menggunakan deskriptif analisis dan berdasarkan fenomena yang terlihat di Kota Batam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor migrasi yang dilakukan yaitu ekonomi, pendidikan, budaya, lingkungan, dan sosial. Dampak yang diberikan adalah dampak positif dan negatif. Dampak positif migrasi adalah munculnya keragaman bahasa, gaya bicara, dan pakaian, terbukanya lapangan pekerjaan, serta pelestarian budaya lokal melalui adaptasi. Migrasi juga menimbulkan dampak negatif seperti kesalahpahaman komunikasi, ancaman terhadap keberlangsungan rumah adat Melayu asli, berkurangnya lahan dan ruang budaya bagi masyarakat asli, serta konflik sosial budaya yang dapat mengganggu kohesi sosial. Pergeseran demografis akibat migrasi menyebabkan masyarakat Melayu asli semakin tersingkir dari wilayah tradisionalnya, dengan implikasi penting bagi dinamika sosial budaya di Kota Batam.