Penelitian ini mengeksplorasi perilaku keuangan Generasi Z (Gen Z) di Indonesia, khususnya dalam penggunaan layanan pinjaman online. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah meningkatnya ketergantungan Gen Z pada platform pinjaman digital, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kerentanan finansial dan risiko utang. Gen Z, sebagai kelompok demografi yang tumbuh di era digital, sangat terbuka terhadap inovasi teknologi dan produk keuangan digital, sehingga lebih rentan terhadap peluang sekaligus risiko. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan individu berusia 17–28 tahun yang pernah atau sedang menggunakan layanan pinjaman online. Analisis difokuskan pada pengalaman, persepsi, dan motivasi mereka dalam mengambil keputusan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan keuangan jangka pendek yang mendesak, pola gaya hidup konsumtif, serta kemudahan dan kecepatan akses pinjaman online menjadi faktor utama yang membentuk perilaku pinjaman Gen Z. Selain itu, paparan promosi semakin mendorong adopsi pinjaman, sementara rendahnya literasi keuangan meningkatkan kerentanan terhadap risiko finansial dan penumpukan utang. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pemahaman perilaku keuangan Gen Z di era digital. Secara praktis, penelitian ini menawarkan wawasan bagi regulator, penyedia layanan keuangan, dan pendidik untuk merancang strategi perlindungan konsumen, literasi keuangan digital, dan kampanye pinjaman bertanggung jawab yang lebih relevan bagi generasi muda.