Aulya, Amanda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Bullying melalui Sosialisasi Partisipatif dan Pohon Harapan pada Siswa SDN 1 Lalonggopi Rahmat, Alibin; Alfarizi, Alfarizi; Ariyani, Anggita Prescilia; Pratiwi, Cindy Aulia; Palinggi, Tia; Febrianti, Iis; Fausyiah, Anisa; Nurfadilla, Nurfadilla; Aulya, Amanda; P, Ibrahim; Ferdi, Ferdi; Nofitri, Salsa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6751

Abstract

Bullying pada siswa sekolah dasar merupakan permasalahan yang dapat mengganggu kenyamanan, hubungan sosial, dan keamanan lingkungan belajar sehingga diperlukan edukasi pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan dan mengevaluasi pemahaman dasar siswa SDN 1 Lalonggopi setelah mengikuti edukasi mengenai pengertian, bentuk, dampak, tindakan mencari bantuan, dan pencegahan bullying. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 dengan melibatkan 36 siswa kelas IV, V, dan VI melalui pendekatan sosialisasi partisipatif edukatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan refleksi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif pascakegiatan menggunakan kuesioner tujuh pertanyaan Benar/Salah, wawancara dengan satu perwakilan siswa, satu guru, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 232 dari 252 respons merupakan jawaban benar, dengan proporsi jawaban benar agregat pascakegiatan sebesar 92,06%. Persentase jawaban benar pada setiap indikator berkisar antara 88,89% hingga 97,22%, dengan capaian tertinggi pada identifikasi bullying fisik. Wawancara menunjukkan tanggapan positif informan terhadap pelaksanaan dan relevansi kegiatan. Temuan tersebut menggambarkan penguasaan materi peserta pada saat evaluasi serta relevansi sosialisasi sebagai praktik edukatif awal di lingkungan sekolah. Namun, hasil tidak dapat diinterpretasikan sebagai peningkatan pengetahuan, perubahan kesadaran, atau perubahan perilaku karena evaluasi hanya dilakukan setelah kegiatan menggunakan instrumen terbatas tanpa pengukuran awal maupun tindak lanjut. Bullying Prevention Education through Participatory Outreach for Students at SDN 1 Lalonggopi Abstract Bullying among elementary school students can disrupt their well-being, social relationships, and sense of safety in the learning environment, highlighting the need for early preventive education. This community service program aimed to provide and evaluate students' basic understanding of bullying at SDN 1 Lalonggopi following education on its definition, forms, impacts, help-seeking actions, and prevention strategies. The program was conducted on July 29, 2026, involving 36 students from grades IV, V, and VI through a participatory educational approach comprising material presentation, discussion, question-and-answer sessions, and reflection activities. A descriptive post-activity evaluation was conducted using a seven-item true/false questionnaire, interviews with one student representative, one teacher, and the school principal, as well as activity documentation. The evaluation revealed 232 correct answers out of 252 responses, representing an aggregate proportion of correct answers of 92.06% in the post-activity assessment. Correct-response percentages across the seven indicators ranged from 88.89% to 97.22%, with the highest percentage observed in identifying physical bullying. Interviews indicated positive responses from informants regarding the implementation and relevance of the program. These findings describe students' mastery of the assessed material and support the relevance of the activity as an initial educational practice in the school context. However, the results cannot establish improvements in knowledge, changes in awareness, or behavioral changes because the evaluation relied on a limited post-activity instrument without baseline or follow-up measurements.