Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Arts and Crafts: Fun Activities to Train Early Childhood Cooperation Azhima, Idzni
Early Childhood Research Journal (ECRJ) Vol.2, No.2, December 2019
Publisher : Muhammadiyah University Prss

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.33 KB) | DOI: 10.23917/ecrj.v2i2.7463

Abstract

Abstract : Cooperation is one form of an aspect of social emotional development that needs to be developed in early childhood to be able to have a collaborative attitude, interact with other people and have an attitude of responsibility for their work. Learning methods that can be used in an effort to improve the ability of child cooperation, namely by group work methods. In this study, group work was applied based on playing art and craft activities. The purpose of writing this article is to add an alternative method of learning to improve collaboration skills in early childhood.
Implementasi Program Parenting Terhadap Pola Asuh pada Anak Usia Dini di PAUD Mekar Desa Penggalangan Azhima, Idzni; Harahap, Muhammad Riduan; Armanila; Ummi, Mustari
ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 5 No. 1 (2024): ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/abna.v5i1.8396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Perencanaan dan Pelaksanaan Program Parenting di PAUD Mekar Desa Penggalangan. 2) Implikasi kegiatan parenting di PAUD Mekar Desa Penggalangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Dukungan orang tua dalam perencanaan kegiatan parenting cukup memadai, terlihat sebagian besar orang tua mendukung secara aktif. Dan jadwal yang dibuat oleh pengelola sudah terencana dari awal kegiatan sampai pada tahap pelaksanaan kegiatan. 2) Implikasi program parenting bagi orangtua sangatlah berpengaruh terhadap pengetahuan orangtua misalnya menambah pengetahuan mengenai bagaimana sistem pembelajaran PAUD, bagaimana pola asuh yang baik dalam mendidik anak, pemahaman tentang bahaya gadget, dan orangtua semakin paham bahwa di lembaga PAUD anak-anak tidak di wajibkan calistung seperti persepsi orangtua sebelumnya serta meningkatkan kesadaran orangtua tentang pentingnya kegiatan parenting disekolah. 3) Bagi Anak Usia Dini di PAUD Mekar Desa Penggalangan mengalami peningkatan baik itu dalam Aspek Nilai Agama dan Moral, Sosial Emosional, Kognitif, Seni, Fisik Motorik, maupun Bahasa sesuai dengan tahap perkembangannya 4) Bagi Sekolah kegiatan parenting ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuan perencanaan dan pelaksanaannya. Dari hasil wawancara yang dilakukan mengenai peran kegiatan parenting dalam pola asuh orangtua di PAUD MEKAR ini, menunjukkan bahwa telah tercapainya tujuan dari kegiatan ini. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil sebelum dan sesudah diadakannya kegiatan parenting. Peserta kegiatan parenting sudah tahu cara mengatur pola asuh dan merawat serta mendidik anaknya.
Pelatihan Penggunaan NST (Nijmeegse Schoolbekwan Test) Pada Guru PAUD Rizkina, Seila; Armanila; Siahaan, Hasnah; Azhima, Idzni; Khaerany Nisfiary, Reny; Mesran; Fatimah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 : Agustus (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To notice that children are ready for elementary school is one of the most important things for children that teachers and parents need to care about., But many teachers still don't understand the importance of it the child's readiness embraces the readiness to learn, physical readiness, social skills, Emotional maturity, The ability to think and communicate. Nijmeegse Schoolbekwan Test is a measuring tool that is able to measure students' readiness to enter school. The methods used are lectures and direct practice by teachers. As a result of this community service, the teacher demonstrated the ability to use the NST measuring instrument and was able to interpret the test instrument well, so that the NST was used to measure student readiness in the current year.
Deteksi Dini Motorik Kasar Pada Anak 4-5 Tahun Panggabean, Muawiyah Lani; Putri, Leoni Sabrilina; Siregar, Jihan Fadiyah Fithri; Aulia, Putri; Azhima, Idzni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25101

Abstract

Perkembangan keterampilan motorik kasar yang optimal memberikan berbagai manfaat, seperti kemampuan anak untuk menguasai gerakan kompleks yang umumnya sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan motorik kasar pada anak usia 4-5 tahun di Kota Medan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung dan sistematis fenomena yang terjadi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas anak dalam kelompok usia tersebut menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan standar yang diharapkan.
Sosialisasi Dampak Kekerasan Intelektual (Calistung) Pada Kesehatan Mental Anak Usia Dini di RA Nursa'dani Medan Azhima, Idzni; Khatijah, Titiek; Nafiah Harahap, Wirdatun
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i1.3778

Abstract

Early childhood who have good academic abilities such as reading, writing, and arithmetic are the desire of all parents and are used as an indicator of success in educating children. However, in reality, children's success in learning to read, write, and count cannot be separated from the coercion of parents who want them to be able to read, write, and count after graduating from kindergarten. This treatment is a form of violence that parents unknowingly commit against their children, namely intellectual violence which also causes problems with children's mental health or is commonly called mental hectic. Mental hectic is a condition in which a person experiences a mental disorder characterized by an imbalance in emotions, actions, and thought patterns. Mental hectic can cause a person to experience confusion that leads to stress and depression. This research is a community service. The purpose of this service is to provide an understanding to parents and teachers about the impact of intellectual violence (calistung) on ​​the mental health of early childhood. The results of this community service show that parents and teachers understand that learning to read, write, and count (calistung) if taught to early childhood with abstract and unpleasant methods for children will have an impact on causing mental hectic or mental chaos and is included in the form of intellectual violence. On the other hand, if learning to read, write, and count (calistung) is carried out proportionally or in accordance with the development of the child's age and with a concrete concept, then learning to read, write, and count (calistung) can be a means of reducing the occurrence of mental hectic in early childhood.
Konsep Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Auliani, Rizky; Siregar, Siti Mahpudzoh; Zein, Azizah; Siregar, Rheina Meisya; Azhima, Idzni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini merupakan langkah strategis untuk memastikan perkembangan optimal pada anak pada masa emas mereka. Masa ini mencakup perkembangan fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional yang pesat. Deteksi dini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi hambatan atau gangguan perkembangan sejak awal, memungkinkan intervensi tepat waktu. Konsep ini melibatkan berbagai metode seperti penggunaan alat ukur, observasi, dan pemantauan secara berkala, serta keterlibatan orang tua, pendidik, dan tenaga medis. Meskipun tantangan dalam pelaksanaan masih ada, seperti keterbatasan akses layanan kesehatan dan stigma sosial, deteksi dini memberikan manfaat besar dalam mencegah masalah perkembangan yang lebih serius, meningkatkan peluang pemulihan, dan mengoptimalkan potensi anak. Melalui pendekatan yang komprehensif dan holistik, deteksi dini dapat memperkuat tumbuh kembang anak dan mendukung keberhasilan mereka di masa depan.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dalam Mencegah Potensi Stunting Sejak Dini Zahra, Sofia; Sinaga, Mutiara Azahra Br; Sari, Sinta Affrilliana; Fawaz, Rhea Aquilla; Azhima, Idzni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang anak sangat penting dilakukan sejak usia dini karena periode awal kehidupan adalah masa kritis yang menentukan perkembangan selanjutnya. Dengan melakukan deteksi dini, orang tua dan tenaga kesehatan dapat mengenali tanda-tanda keterlambatan atau gangguan sejak awal, sehingga intervensi yang tepat dapat diberikan untuk mencegah dampak yang lebih serius. Tujuan Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengidentifikasi potensi gangguan yang dapat terjadi, serta menekankan pentingnya deteksi dan intervensi dini. Penelitian ini meggunakan menggunakan metode studi literatur yang memuat hipotesis-hipotesis yang relevan dengan permasalahan tersebut. Teknik pengumpulan data berupa review dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang dipublikasikan. Hasil Penelitian ditemukan bahwa Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Penelitian ini juga menemukan bahwa anak yang tidak mendapatkan nutrisi dan stimulasi yang cukup memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan, seperti stunting, gangguan kognitif, atau gangguan motorik.
Stimulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Membatik Ecoprint Azhima, Idzni; Nasution, Homsani; Aulia, Putri; Azrina, Nabila; Ummi, Insyafiatul
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 : Agustus (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fine motor skills are related to a child's ability to perform activities using small muscle movements such as the fingers and wrists used to perform daily activities such as writing, grasping, buttoning clothes, and other activities. This research is a type of community service research in the form of education delivered to teachers regarding ecoprint batik activities to train fine motor skills, as well as training provided to children aged 5-6 years in the form of batik activities with the ecoprint method. Children's fine motor skills are stimulated from an early age with the aim of training children's independence and readiness to learn. Stimulation of fine motor skills should be done through fun activities and in accordance with the child's age development, one of which is through batik activities with the ecoprint method using the pounding technique, namely by hitting leaves and flowers attached to the cloth. In early childhood, batik activities are carried out using simple tools and materials and paying attention to safety in their implementation. Ecoprint batik aims to train hand-eye coordination, develop manipulative skills, and encourage children's creativity. This community service activity not only trains the fine motor skills of early childhood children, but also provides insight to educators about efforts to develop children's fine motor skills through various fun activities, one of which is through ecoprint batik activities.
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK: MENGENALI DAN MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK SEJAK DINI Azhima, Idzni; Armanila, Armanila; Siahaan, Hasnah; Mesran, Mesran; Harahap, Nikmah Royani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.26021

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan proses yang terjadi secara berkesinambungan pada setiap individu. Setiap individu mengalami perubahan-perubahan yang berbeda dengan individu lainnya. Masa usia dini merupakan masa emas yang cukup singkat dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan seorang anak. Sehingga diharapkan bagi para orang tua secara optimal memberikan perhatiannya terhadap proses tumbuh kembang anak sejak dini. Oleh karena itu, perlu bagi para orang tua untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak, karena tumbuh kembang pada anak usia dini merupakan hal dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan tumbuh kembang selanjutnya, sehingga tercapainya tumbuh kembang yang optimal serta sesuai dengan potensi yang dimiliki anak. Deteksi tumbuh kembang pada anak sejak dini tidak hanya berfokus pada bagaimana cara mengenali potensi anak, melainkan juga untuk mengetahui adanya permasalahan dalam fase tumbuh kembang, serta mengetahui upaya pencegahan dan pemulihan sedini mungkin pada masa-masa tumbuh kembang anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada guru maupun orang tua mengenai pentingnya deteksi tumbuh kembang pada anak sejak dini, sehingga orang tua dan guru dapat mengenali dan mengembangkan potensi yang ada pada anak sejak dini. Pengabdian masyarakat dalam bentuk pendidikan masyarakat ini dilakukan di RA Hayatin Thoyyibah Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Jenis penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan teknik analasis data deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan kegiatan-kegiatan selama pengabdian berlangsung. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diperoleh pemahaman materi tentang perkembangan anak usia dini, serta bagaimana tindakan intervensi perkembangan pada anak usia dini sehingga para orang tua dan guru dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan juga mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE DENGAN BERBAGAI MEDIA DI KELOMPOK B RA FADNUR AISYAH Siahaan, Hasnah; Rizkina, Seila; Azhima, Idzni; Mesran, Mesran; Hafizhoh, Syariah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.26019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan motorik halus pada anak, yang ditandai dengan kurang terampilnya anak dalam kegiatan kolase. Penelitian ini bertujuan memperbaiki pembelajaran fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase dengan berbagai media. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis dan Mc.Taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak Kelompok B RA Fadnur Aisyah yang berjumlah 31 anak, terdiri dari 21 anak perempuan dan 10 anak laki-laki. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan perbaikan pembelajaran motorik halus pada anak. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus yang terdiri dari 5 kali pertemuan, menunjukkan bahwa motorik halus anak yang di observasi mengalami peningkatan yang baik dari kondisi penelitian tindakan kelas siklus 1 hingga penelitian tindakan kelas siklus II. Pada siklus I kriteria berkembang sesuai harapan menunjukkan peningkatan sebesar 48%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan lebih lagi dari kondisi sebelumnya di siklus I mencapai 87% atau sebanyak 27 orang anak. Dengan demikian kemampuan motorik halus pada anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan kolase dengan berbagai media.