Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cost Effectiveness Analysis (CEA) Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Kesehatan Desiana, Evi; Deasari, Deasari; Rosmita, Rosmita; Hartono, Budi; Daud , Alfani Ghutsa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4012

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan tinjauan komprehensif mengenai konsep, kerangka metodologis, dan aplikasi praktis CEA dalam kebijakan dan perencanaan program kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis jurnal internasional, publikasi nasional, pedoman kebijakan, dan referensi otoritatif terkait evaluasi ekonomi kesehatan. Empat sumber utama, Haidari et al. (2021), Marseille et al. (2020), Turner et al. (2023), dan Piton et al. (2022) digunakan sebagai dasar untuk mendefinisikan dan menganalisis konsep CEA. CEA membandingkan total biaya suatu intervensi dengan keluaran kesehatan yang dihasilkan dalam satuan natural. Proses metodologis CEA mencakup identifikasi biaya, pengukuran efektivitas, dan perhitungan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Ilustrasi kasus menunjukkan bagaimana ICER digunakan dalam penetapan prioritas. CEA diterapkan secara luas dalam kebijakan vaksinasi, pengendalian penyakit menular, pemilihan obat, keputusan formularium, program skrining, dan penyusunan anggaran kesehatan.
Analisis Kebijakan Pembiayaan Daerah dalam Mendukung Pemerataan Pelayanan Kesehatan di Era Desentralisasi Desiana, Evi; Rosmita, Rosmita; Deasari, Deasari; Prajuwita, Muthia; Hartono, Budi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4094

Abstract

Desentralisasi fiskal memberikan kewenangan luas kepada pemerintah daerah dalam mengelola pembiayaan sektor kesehatan sebagai urusan wajib pelayanan dasar. Namun, implementasi kebijakan pembiayaan daerah masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan kapasitas fiskal, ketergantungan pada dana transfer pusat, serta lemahnya efektivitas penggunaan anggaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pembiayaan daerah dalam mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia pada era desentralisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kebijakan terhadap regulasi pembiayaan daerah serta kajian jurnal terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kerangka regulasi pembiayaan kesehatan daerah telah cukup komprehensif, implementasinya belum sepenuhnya mampu mengurangi disparitas pelayanan kesehatan antar wilayah. Pembiayaan kesehatan daerah masih didominasi belanja rutin, sementara alokasi untuk program promotif dan preventif relatif terbatas. Oleh karena itu, penguatan tata kelola pembiayaan daerah melalui perencanaan berbasis kebutuhan, peningkatan kapasitas fiskal daerah, serta sinergi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.