Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JKN Sebagai Instrumen Kebijakan Publik: Tinjauan Literatur Tentang Efisiensi Sistem Kesehatan dan Perlindungan Sosial Despitasary, Despitasary; Valenti, Ruri; Andria, Dwi Septi; Hartono, Budi; Daud, Al Fani Ghutsa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4080

Abstract

Kesehatan merupakan hak dasar manusia yang dijamin oleh konstitusi, dan negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan pemenuhan hak ini melalui sistem jaminan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimulai pada tahun 2014 bertujuan untuk memberikan akses kesehatan yang adil bagi seluruh penduduk Indonesia. Namun, JKN menghadapi tantangan besar terkait efisiensi pembiayaan dan keberlanjutan, terutama disebabkan oleh defisit keuangan BPJS Kesehatan dan ketimpangan akses antara daerah perkotaan dan daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dan efisiensi pembiayaan JKN sebagai instrumen kebijakan publik, serta untuk menganalisis tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan pembiayaan, terutama terkait dengan penyakit katastropik dan alokasi pembiayaan antara layanan preventif dan kuratif. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang menganalisis berbagai artikel dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun JKN telah berhasil mengurangi pengeluaran kesehatan langsung bagi masyarakat, sistem ini masih menghadapi ketidakseimbangan pembiayaan, khususnya dalam menangani penyakit katastropik yang membebani anggaran. Ketimpangan dalam akses layanan juga masih menjadi masalah utama, terutama di daerah terpencil yang kekurangan fasilitas kesehatan. Selain itu, pengelolaan klaim yang rumit dan potensi fraud menjadi tantangan signifikan bagi keberlanjutan sistem ini. Kesimpulannya, untuk memastikan keberhasilan JKN, perlu dilakukan penguatan pada kebijakan preventif, pemerataan distribusi fasilitas kesehatan, serta perbaikan dalam sistem administrasi dan pengawasan klaim. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan pembiayaan kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia.
OPTIMIZATION OF CADRE PERFORMANCE AND SKILLS TOWARD ACHIEVING HYPERTENSION SCREENING TARGETS AT TELUK BELITUNG COMMUNITY HEALTH CENTER Despitasary, Despitasary; Kiswanto, Kiswanto; Saputra, Apriadi; Zaman, Kamali
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22367

Abstract

The low coverage of hypertension screening in the working area of the Teluk Belitung Community Health Center poses a serious challenge in controlling Non Communicable Diseases, with data showing that routine community participation is only 36.5%. This study aims to analyze the low coverage of hypertension screening and to formulate strategies for optimizing the performance of health cadres as the frontline of early detection in the community. Using a qualitative approach with a descriptive design, data were collected through in depth interviews, observations, and document review. Data were analyzed using the Urgency, Seriousness, Growth method to determine problem priorities and SWOT analysis for strategy formulation. The results of the Urgency, Seriousness, Growth analysis identified that suboptimal cadre skills were the main root problem with the highest priority score of 15. Based on the SWOT matrix, this study recommends intervention strategies in the form of transforming guidance methods through a peer-coaching system (Core Cadres) supported by Health Operational Assistance, intensification of outreach services (Mobile Integrated Health Posts), integration of services into community socio cultural activities, and strengthening cross sectoral advocacy to obtain village level regulatory support and village funding. This strategy is expected to change the paradigm of cadre development from a centralized approach to community empowerment supported by local policies as a fundamental step to ensure program sustainability and the achievement of Minimum Service Standard targets in hypertension control.