Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Indonesia Terhadap Kasus Multinasional: Kegagalan Perusahaan GSK dalam Menangani Obat Zantac Arya Tirta Suardi; Fazriel Pramuditya; Muhammad Rully Febriansyah; Sulaeman Kahfi Winata; Septianis Afipah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tsdk9x66

Abstract

Penarikan obat Zantac (ranitidine) oleh GlaxoSmithKline (GSK) akibat temuan kontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) menunjukkan kelemahan dalam tata kelola farmasi global dan pengawasan keamanan obat. Kasus ini menjadi penting bagi Indonesia sebagai negara berkembang yang bergantung pada obat impor dan kerangka regulasi internasional. Artikel ini menganalisis respons Indonesia terhadap kasus Zantac melalui penguatan kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), harmonisasi standar farmasi nasional dengan regulasi global, serta pemanfaatan diplomasi kesehatan untuk memastikan akuntabilitas perusahaan farmasi multinasional. Artikel ini berargumen bahwa respons Indonesia tidak semata bersifat teknis-regulatif, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk memperkuat kapasitas negara dalam tata kelola obat global. Temuan penelitian menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, institusi internasional, dan industri farmasi dalam mencegah kasus serupa dan meningkatkan perlindungan konsumen.  
THE ROLE OF THE ASEAN DIGITAL MASTERPLAN 2025 IN ALIGNING REGIONAL DIGITAL GOVERNANCE AND INDONESIA’S DIGITAL ECONOMIC GROWTH (2021-2024) Fazriel Pramuditya; Diah Apriliani
MSJ : Majority Science Journal Vol. 4 No. 1 (2026): MSJ - February
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v4i1.523

Abstract

This study examines the role of the ASEAN Digital Masterplan 2025 (ADM 2025) in shaping Indonesia’s digital economic growth during the 2021–2024 period by focusing on its function as a regional digital governance framework. Using a qualitative approach based on document analysis and in-depth interviews, this research finds that ADM 2025 influences Indonesia’s digital economy through policy alignment mechanisms, particularly in the areas of digital infrastructure development, digital literacy enhancement, public service digitalization, and the strengthening of the digital MSME ecosystem. The findings demonstrate that ADM 2025 contributes to Indonesia’s digital economic growth by promoting regulatory coordination and institutional coherence between ASEAN-level commitments and national digital policies. Nevertheless, challenges remain, including unequal internet access, limited digital literacy among certain social groups, cybersecurity vulnerabilities, and dependence on foreign digital platforms. This study contributes to the literature by moving beyond a descriptive assessment of regional digital policy and providing an analytical understanding of how regional digital governance frameworks shape national digital economic development.