Salmay, Helenri Juntari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres Akademik Dengan Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Salmay, Helenri Juntari; Amat, Anita Lidesna Shinta; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 13 No 1 (2025): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v13i1.16329

Abstract

Latar Belakang : Menstruasi merupakan suatu perubahan fisiologis pada tubuh wanita secara berkala yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Siklus menstruasi seorang wanita dapat terjadi secara teratur dan tidak teratur, seperti polimenore, oligomenore, dan amenore. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keteraturan siklus menstruasi adalah stres. Sumber stres yang paling banyak dialami oleh mahasiswa adalah stres dalam bidang akademik. Mahasiswa kedokteran memiliki stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain karena tuntutan akademik yang tinggi dan kurikulum yang berbeda. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres akademik dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswa praklinis Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa praklinis Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian Medical Student Stresor Questionnaire (MSSQ) dan kuesioner keteraturan siklus menstruasi oleh 100 responden angkatan 2018, 2019 dan 2020 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling . Hasilnya dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil : Dari 100 responden, 51 responden mengalami stres berat, 31 responden mengalami stres sedang, 13 responden mengalami stres sangat berat, dan 5 responden mengalami stres ringan. Untuk keteraturan siklus menstruasi, 70 responden memiliki siklus menstruasi normal, 30 responden memiliki siklus menstruasi tidak normal, 28 responden mengalami oligomenore dan 2 orang mengalami polimenore. Hasil uji analisis bivariat dengan uji korelasi koefisien kontingensi menunjukkan hasil p = 0,151 (p>0,05) Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswa praklinis Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Kata Kunci : Tingkat stres akademik, keteraturan siklus menstruasi, mahasiswa kedokteran