Remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan. Selama masa ini, remaja mengalami pertumbuhan fisik yang cepat, yang tidak hanya memengaruhi penampilan mereka tetapi juga identitas diri. Transformasi fisik sering kali memicu pertanyaan tentang identitas dan penerimaan diri, serta mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka. Salah satu tantangan yang lumrah dihadapi berbagai remaja adalah masalah yang terkait dengan body image. Body image merupakan konsep multidimensi yang melibatkan persepsi, kognisi, dan emosi seseorang terhadap tubuhnya sendiri. Penelitian ini bertujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan body image antara remaja laki-laki dan remaja perempuan di Kota Makassar. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah remaja akhir yang tinggal di Kota Makassar, berusia 12-18 Tahun sebanyak 437 responden, dan menggunakan teknik non-probability sampling. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan Data menggunakan dua skala yaitu skala body image berdasarkan teori Cash dan Puzinsky (2002). Data dikumpulkan dengan skala body image kemudian dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas dan independent sample t-test. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan body image remaja laki-laki dan remaja perempuan t(435) = -0.576, p = 0.565, d = -0.055. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak menjadi faktor utama yang mempengaruhi perbedaan body image pada remaja di kota Makassar. Dengan demikian, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, seperti lingkungan sosial, media, atau pengalaman pribadi, mungkin lebih berperan dalam membentuk pandangan remaja terhadap tubuh mereka, terlepas dari jenis kelamin mereka.