Meningkatnya kampanye digital bertema pemberdayaan perempuan di media sosial menunjukkan pergeseran makna feminisme dari gerakan sosial menuju strategi komunikasi merek. Kampanye #MoveHerMind pada akun Instagram @asicsid menjadi fokus penelitian ini karena menampilkan bagaimana identitas perempuan, kedekatan emosional, dan wacana kesetaraan gender dikonstruksi sebagai nilai simbolik yang memiliki fungsi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan makna feminisme melalui proses representasi, komodifikasi, dan integrasi ideologis dengan menggunakan perspektif Commodity Feminism dan Ekonomi Politik Komunikasi. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis untuk membaca hubungan antara elemen visual, narasi dalam caption, serta penanda ideologi dalam unggahan kampanye. Temuan penelitian menunjukkan bahwa feminisme direpresentasikan sebagai identitas gaya hidup yang aspiratif, bukan sebagai gerakan kritis untuk perubahan struktural. Pada tahap komodifikasi, nilai pemberdayaan perempuan direduksi menjadi narasi emosional yang mendorong keterikatan dengan merek. Pada tahap integrasi ideologi, feminisme dinaturalisasi sebagai nilai moral yang mendukung citra positif perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kampanye #MoveHerMind memanfaatkan feminisme sebagai kapital simbolik untuk memperkuat posisi merek dan membangun kedekatan konsumen berbasis afeksi.Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Brand Activism, Commodity Feminism, Eekonomi Politik Komunikasi, Feminisme Digital.