Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Virtual Public Sphere Sebagai Strategi Brand Engagement: Quantitative Content Analysis #kahfeveryday di Platform TikTok Friando, Yogi; Pradini, Hanna Aditya; Rochimah, Irwa
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4898

Abstract

Platform media sosial TikTok telah menciptakan pergeseran fundamental dalam komunikasi yang menempatkan TikTok sebagai arena publik virtual yang mendorong interaksi dua arah antara brand dan audiens. Fenomena kampanye #kahfeveryday menjadi menarik karena menunjukkan kemampuan brand lokal Kahf dalam memanfaatkan ruang digital untuk membangun keterlibatan yang partisipatif dan emosional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana hashtag #kahfeveryday beroperasi sebagai ruang publik virtual dan strateginya dalam membangun brand engagement, serta menelaah dinamika interaksi audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah Quantitative Content Analysis (QCA) deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data digital menggunakan teknik social media monitoring perangkat Brand24 selama periode 27 Juli hingga 9 Agustus 2025. Hasil penelitian selaras dengan dimensi virtual public sphere Habermas yang membuktikan bahwa #kahfeveryday berhasil mengaktifkan ruang diskursif yang inklusif melalui tingginya partisipasi publik yang menunjukkan keterbukaan akses (openness) dan keberhasilan rasionalitas komunikasi (communicative rationality) yang dibuktikan oleh dominasi sentimen positif. Kendati demikian, kesetaraan deliberatif (deliberative equality) belum terwujud secara penuh karena pengaruh wacana masih dikuasai oleh aktor influencer. Kesimpulannya, strategi ini sukses mengintegrasikan tiga dimensi Customer Brand Engagement (cognitive processing, affection, dan activation) yang mengukuhkan peran TikTok sebagai arena brand engagement yang partisipatif.Kata Kunci - Brand Engagement, Kahf, Quantitative Content Analysis, Ruang Publik Virtual, TikTok
Komodifikasi Feminisme dalam Brand Activism ASICS #MoveHerMind: Analisis Wacana Kritis dalam Perspektif Ekonomi Politik Komunikasi Pradini, Hanna Aditya; Friando, Yogi; Hanafi, Des
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4973

Abstract

Meningkatnya kampanye digital bertema pemberdayaan perempuan di media sosial menunjukkan pergeseran makna feminisme dari gerakan sosial menuju strategi komunikasi merek. Kampanye #MoveHerMind pada akun Instagram @asicsid menjadi fokus penelitian ini karena menampilkan bagaimana identitas perempuan, kedekatan emosional, dan wacana kesetaraan gender dikonstruksi sebagai nilai simbolik yang memiliki fungsi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan makna feminisme melalui proses representasi, komodifikasi, dan integrasi ideologis dengan menggunakan perspektif Commodity Feminism dan Ekonomi Politik Komunikasi. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis untuk membaca hubungan antara elemen visual, narasi dalam caption, serta penanda ideologi dalam unggahan kampanye. Temuan penelitian menunjukkan bahwa feminisme direpresentasikan sebagai identitas gaya hidup yang aspiratif, bukan sebagai gerakan kritis untuk perubahan struktural. Pada tahap komodifikasi, nilai pemberdayaan perempuan direduksi menjadi narasi emosional yang mendorong keterikatan dengan merek. Pada tahap integrasi ideologi, feminisme dinaturalisasi sebagai nilai moral yang mendukung citra positif perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kampanye #MoveHerMind memanfaatkan feminisme sebagai kapital simbolik untuk memperkuat posisi merek dan membangun kedekatan konsumen berbasis afeksi.Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Brand Activism, Commodity Feminism, Eekonomi Politik Komunikasi, Feminisme Digital.