Pangan menjadi bagian penting dalam kehidupan yang dapat berpengaruh dalam kehidupan. Namun dengan meningkatnya kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM), pangan tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan gizi utama, tetapi juga menjadi pangan yang memiliki fungsi untuk kesehatan tubuh yang mengkonsumsinya sehingga dinamakan pangan fungsional. Sinbiotik, gabungan prebiotik dan probiotik, menjadi salah satu pangan fungsional yang jarang ditemukan di pasaran dan menarik untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengembangan produk sinbiotik yoghurt sari kacang kedelai (soyghurt) dengan penambahan kulit melinjo (gnetum gnemon L.). Soyghurt dibuat dengan membuat satu kontrol dan tiga perlakuan, serta tiga kultur bakteri starter, yaitu Lactobacillus Bulgaricus, Streptococcus Thermophilis, dan Lactobacillus Acidophilus. Pembuatan soyghurt dimulai dari pembuatan sari kacang kedelai, lalu diinokulasi dengan sari kulit melinjo dan bakteri starter setelah dipasteurisasi. Parameter analisis meliputi uji organoleptik dan analisis kandungan gizi. Data yang dianalisis tidak berdistribusi normal sehingga menggunakan analisis kruskal wallis dilanjutkan uji lanjut mann-whitney, serta menentukan formula terpilih menggunakan Metode Perbandinag Eksponensial (MPE). Terdapat perbedaan antara F0 dengan F1, F2 dan F3 terhadap mutu warna, aroma, rasa, dan tekstur, namun tidak terdapat perbedaan antara F1, F2 dan F3. Hasil uji hedonik dan MPE didapatkan formula yang paling disukai adalah F2 (80 gr kacang kedelai dan 20 gr kulit melinjo) dengan hasil kandungan gizi energi total 78.08 kkal, kadar abu 0.54%, kadar lemak total 3.99%, kadar air 84.94%, karbohidrat 4.18%, kadar protein 6.36%, serat pangan 2.75%, dan total BAL 1.5x108dan takaran saji 125 ml.