Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konsep Pemasaran Melalui Fitur TikTok Go dalam Perspektif Ekonomi Syariah Zaenal Abidin, Muhammad; Cahyono, Eko Arief; Zakariya, Muhammad
Al-Mizan Vol 12 No 2 (2025): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiam.v12i2.1130

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran dari konvensional menjadi berbasis media sosial. Salah satu inovasi yang banyak menarik perhatian adalah fitur TikTok Go, yang memadukan unsur hiburan, interaksi sosial, dan sistem hadiah berupa diskon bagi pengguna. Fenomena ini melahirkan bentuk baru strategi pemasaran yang berorientasi pada partisipasi dan keterlibatan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pemasaran yang digunakan dalam fitur TikTok Go berdasarkan prinsip-prinsip Ekonomi Syariah. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) yang dipadukan dengan pendekatan fenomenologis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran TikTok Go pada dasarnya memiliki potensi sebagai media promosi yang efektif dan menjadi instrumen ekonomi yang inklusif. Akad yang digunakan antara pemilik usaha dengan pembuat konten TikTok Go adalah akad ju‘ālah. Dalam praktiknya, pembuat konten TikTok Go perlu memenuhi unsuk kepatuhan syariah seperti kejujuran (shidq), keadilan (‘adl), dan tanggung jawab (amanah), sementara potensi unsur gharar dan maysir perlu dihindari. Kesimpulannya, TikTok Go dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran yang bernilai Islami apabila dilakukan dengan kepatuhan terhadap syariah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengawasan konten serta konsistensi nilai komisi agar strategi pemasaran digital tetap sejalan dengan syariah.
The Implementation and Volatility Analysis of Sharia Cryptocurrencies Arifin, Syamsul; Yaqin, Abdullah; Syamsuddin, Syamsuddin; Zaenal Abidin, Muhammad
Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Vol. 14 No. 2 (2025): SYARAH : Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/syarah.v14i2.6875

Abstract

This study analyzes the implementation of sharia-compliant cryptocurrencies and compares their volatility with Bitcoin and the Indonesia Stock Exchange Composite Index (IHSG). Using a mixed method approach with a sequential exploratory design, the research combines a literature review on sharia compliance and time-series analysis using the ARIMA model. The analysis focuses on two gold-backed cryptocurrencies, OneGram Coin (OGC) and GOLDX. Findings indicate that although OGC and GOLDX meet several key sharia criteria, such as asset backing, avoidance of maysir, gharar, and riba, supervision by a Sharia Supervisory Board, and the allocation of philanthropic funds (tabarru’), their volatility is higher than both Bitcoin and IHSG. This suggests that despite being designed for sharia compliance, these cryptocurrencies are currently less stable and less effective as a medium of exchange than their conventional counterparts. Additionally, the absence of government regulation and the lack of sharia-based profit-sharing models such as mudharabah or musyarakah remain significant shortcomings. The study recommends stronger collaboration between developers and regulators to improve regulatory frameworks and align sharia-based cryptocurrency systems with the principles of justice, stability, and sustainability as outlined in maqashid sharia.