There are still teachers who do less varied social studies-history lessons, which makes students bored and learning less lively and meaningful. To overcome this, teachers are expected to apply learning models that can attract students' attention. This research aims to obtain information about constructivist learning and improve the quality of social studies learning through the use of the Jepara Kartini Museum. This research uses a descriptive-qualitative approach with a type of field research. Data was collected through interview techniques, observation, and documentation studies. Data analysis with the Miles and Huberman interactive model. The research results show that learning by utilizing the Jepara Kartini Museum is by constructivism theory, where students get a real picture of learning activities. Through exploration, students gain direct experience in the knowledge-construction process. Utilization of the Jepara Kartini Museum as a learning resource is relevant to social studies-history learning material in grades IV, VI, VII, and. Students can also strengthen their religious character, tolerance, nationalism, cooperation, hard work, curiosity, and democracy. Masih ada guru yang melakukan pembelajaran IPS-sejarah kurang bervariasi sehingga membuat peserta didik menjadi jenuh dan pembelajaran menjadi kurang hidup dan kurang bermakna. Untuk mengatasi hal ini, guru diharapkan menerapkan model pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS melalui pemanfaatan Museum Kartini Jepara. Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif-kualitatif dengan jenis riset lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan Museum Kartini Jepara sesuai dengan teori konstruktivisme dimana peserta didik mendapatkan gambaran nyata dari aktivitas pembelajaran. Melalui eksplorasi, peserta didik mendapatkan pengalaman langsung atas proses konstruksi pengetahuan. Pemanfaatan Museum Kartini Jepara sebagai sumber pembelajaran relevan dengan materi pembelajaran IPS-sejarah pada kelas IV, VI, VII, dan X. Dengan memanfaatkan Museum Kartini Jepara dapat meningkatkan kreativitas, kesadaran, minat dan motivasi belajar, pemahaman dan hasil belajar, serta kemampuan berpikir kritis. Peserta didik juga dapat menguatkan karakter religius, toleransi, nasionalisme, gotong royong, kerja keras, rasa ingin tahu, serta demokratis.