Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efisiensi Proses Produksi Menggunakan Diagram Alir pada Industri Kecil Muddai, Agung Saiful; Argana, Kukuh Zada; Fatimah, Nadin Aura; Sirait, Julia; Putri, Rasya Annisa; Azizi, Febrian Abdul; Nasution, Alya Nur Faiza; Nashif, Fajar; Rozet, Flora Doanne Inlip; Setyo, Wahana Candra; Aprilia, Seli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4535

Abstract

Industri kecil memiliki keterbatasan sumber daya, baik dari sisi modal, tenaga kerja, maupun teknologi, sehingga efisiensi proses produksi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing dan keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi proses produksi dengan menggunakan diagram alir proses pada industri kecil berbasis simulasi. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman alur kerja produksi, identifikasi aktivitas yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, serta penentuan titik pemborosan yang memengaruhi kinerja proses secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap alur produksi, pencatatan waktu proses, dan pemetaan aktivitas ke dalam diagram alir. Setiap tahapan produksi dianalisis untuk mengetahui urutan kerja, waktu tunggu, serta potensi pengulangan aktivitas yang tidak diperlukan. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi proses sebelum dan sesudah pemetaan diagram alir guna melihat peluang perbaikan yang dapat diterapkan secara sederhana dan realistis pada industri kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi masih mengandung berbagai bentuk pemborosan, terutama berupa pengulangan aktivitas kerja, alur proses yang tidak efisien, serta waktu tunggu yang relatif tinggi pada beberapa tahapan. Pemetaan diagram alir membantu memperjelas hubungan antar aktivitas dan memudahkan identifikasi langkah-langkah yang tidak memberikan nilai tambah. Usulan perbaikan alur proses yang disusun berdasarkan hasil analisis mampu mengurangi jumlah langkah kerja, menyederhanakan aliran produksi, dan meningkatkan potensi efisiensi proses produksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi industri kecil dalam melakukan evaluasi dan perbaikan proses produksi secara sistematis dengan biaya yang relatif rendah.
Analisis Pengaruh Pelatihan Kerja terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan pada Industri Manufaktur Muddai, Agung Saiful; Minanti, Antasari Putri; Zei, Siswoyo M.; Azizi, Febrian Abdul; Perdana A.G, Poetra; Putri, Rasya Annisa; Sirait, Julia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7678

Abstract

Sektor industri manufaktur saat ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan konsistensi produktivitas di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Pelatihan kerja menjadi instrumen strategis utama untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh program pelatihan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan pada industri manufaktur melalui tinjauan literatur yang sistematis. Metode penelitian yang diterapkan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2019-2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan kerja secara konsisten memberikan dampak positif dan signifikan terhadap produktivitas melalui peningkatan keterampilan teknis (hard skills), efisiensi waktu kerja, dan kemampuan troubleshooting mesin secara mandiri. Studi ini juga mengungkap adanya fenomena kesenjangan kompetensi (competency gap) yang menyebabkan posisi strategis seperti manajer teknis masih didominasi tenaga kerja asing di kawasan industri besar. Temuan penelitian menekankan bahwa keberhasilan pelatihan sangat dipengaruhi oleh relevansi materi dengan standar global, dukungan teknologi Industri 4.0, serta internalisasi budaya Continuous Improvement atau Kaizen. Investasi pada pelatihan kerja bukan sekadar biaya operasional, melainkan strategi kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif dan kemandirian industri nasional. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajer operasional dan regulator dalam merancang program pengembangan karyawan yang lebih efektif melalui sistem mentoring formal dan sertifikasi internasional.