Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Multidisipliner dalam Studi Hadis dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Modern Nasution, Hasbi Assiddiqi; Permana, Taufik Hadi; Nasution, Ikhwan Fadhly; Salam, Muhri; Dasopang, Nursania
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5039

Abstract

Hadis merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memiliki peran strategis dalam membimbing kehidupan umat Islam, baik dalam aspek ibadah maupun muamalah. Selain berfungsi sebagai dasar normatif hukum Islam, hadis juga mengandung nilai-nilai moral, sosial, dan ekonomi yang bersifat universal dan aplikatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan hadis dalam Islam, menjelaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam studi hadis, serta menganalisis relevansi nilai-nilai hadis terhadap pengembangan ekonomi syariah modern. Penulisan artikel ini didasarkan pada kajian kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai literatur hadis, karya ilmiah, dan referensi ekonomi syariah yang relevan. Hadis selama ini sering dipahami secara tekstual melalui kajian sanad dan matan, namun perkembangan zaman dan kompleksitas persoalan ekonomi kontemporer menuntut pemahaman yang lebih kontekstual. Oleh karena itu, pendekatan multidisipliner yang melibatkan ilmu sejarah, sosiologi, ekonomi, etika, dan hukum menjadi penting untuk memperkaya pemaknaan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai hadis seperti kejujuran (ṣidq), keadilan (‘adl), amanah, larangan riba, serta pencegahan gharar memiliki relevansi yang kuat dalam praktik ekonomi syariah modern. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan etika dalam pengembangan perbankan syariah, sistem bagi hasil, pengelolaan zakat dan wakaf, serta inovasi keuangan digital berbasis syariah. Dengan demikian, pendekatan multidisipliner dalam studi hadis tidak hanya memperkuat pemahaman teoretis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun sistem ekonomi syariah yang adil, beretika, dan berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Keadilan Pajak Sebagai Fondasi Stabilitas Negara: Analisis Pemikiran Ibnu Khaldun dalam Kebijakan Fiskal Kontemporer Nasution, Ikhwan Fadhly; Batubara, Sarmiana
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tax justice is a fundamental element in maintaining state stability and the sustainability of the economic system because it is directly linked to the legitimacy of authority and the level of public compliance with the state. This article aims to analyze the concept of tax justice in the thought of Ibn Khaldun and its relevance to the formulation of contemporary fiscal policies oriented toward state stability. The study employs a qualitative method with a normative-philosophical approach through library research based on Ibn Khaldun’s primary work, particularly the Muqaddimah, as well as relevant academic literature. The results indicate that Ibn Khaldun emphasized the importance of fair and proportional taxation as a prerequisite for economic productivity, the expansion of the state’s revenue base, and the strengthening of state legitimacy. Conversely, excessive taxation tends to weaken economic activity, reduce state revenue, and accelerate the decline of the state. The study demonstrates that Ibn Khaldun’s ideas remain relevant as a normative foundation for formulating contemporary fiscal policies that prioritize justice and fiscal sustainability, and contribute to strengthening state stability.   Keadilan pajak merupakan elemen fundamental dalam menjaga stabilitas negara dan keberlanjutan sistem ekonomi karena berhubungan langsung dengan legitimasi kekuasaan serta tingkat kepatuhan masyarakat terhadap negara. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep keadilan pajak dalam pemikiran Ibnu Khaldun serta relevansinya dalam perumusan kebijakan fiskal kontemporer yang berorientasi pada stabilitas negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-filosofis melalui studi kepustakaan terhadap karya utama Ibnu Khaldun, khususnya Muqaddimah, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun menekankan pentingnya pajak yang adil dan proporsional sebagai prasyarat tumbuhnya produktivitas ekonomi, perluasan basis penerimaan negara, dan penguatan legitimasi negara. Sebaliknya, kebijakan pajak yang berlebihan cenderung melemahkan aktivitas ekonomi, menurunkan penerimaan negara, dan mempercepat kemunduran negara. Penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun tetap relevan sebagai landasan normatif dalam merumuskan kebijakan fiskal kontemporer yang menekankan keadilan dan keberlanjutan fiskal, serta berkontribusi dalam penguatan stabilitas negara.