Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

E–COMMERCE BISNIS DAN INTERNET Dasopang, Nursania
Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Syariah Vol. 3 No. 1 (2024): JIEMAS: Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Syariah
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jiemas.v3i1.25

Abstract

E-Commerce is any form of trade transaction for goods or services using electronic media. The electronic media discussed here is only focused on the use of internet media. The objectives of this study are 1) to describe the history of development and forms of e-commerce and 2) to decrypt the Islamic view of e-commerce. This research is a library research (library reseach. Data is obtained by reviewing the literature literature. Research findings describe that in 1970, Electronic Fund Transfer (EFT) emerged whose application at that time was limited to well-known companies. Next is Electronic Data Interchange (EDI). The rapid development of technology in the 90s, e-commerce applications from various companies emerged so that commercialization occurred. There are several forms of e-commerce, namely: Business to Consumer (B2C), Consumer to Consumer (C2C), classified ads, e-commerce shopping malls and Online to Offline (O2O). The basis for e-commerce negotiations can be based on the main maslahah, namely quoting the benefits and encouraging the success in fulfilling the target of sharia
BMT Sebagai Lembaga Keuangan Syariah DASOPANG, NURSANIA
Islamic Circle Vol. 3 No. 2 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i2.1138

Abstract

BMT merupakan lembaga keuangan syari’ah non-bank, yang dalam fungsi dan perannya juga melakukukan aktivitas bank. BMT menjadi solusi bagi rakyat kecil yang mengalami hambatan psikologis dalam berinteraksi dengan Bank, untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi demi mewujudkan kesejahteraan hidup. Di satu sisi BMT membantu masyarakat miskin untuk memperoleh hak sosialnya sebagai kaum duafa melalui dana konsumtif, dan di sisi lain secara produktif memberi fasilitas bisnis melalui produk-produk yang tersedia, berupa pembiayaaan dan simpanan. Melihat prinsip-prinsip dan karakter BMT, lembaga ini mestinya ditumbuhkembangkan untuk dapat menjangkau masyaakat kecil seluas-luasnya. BMT dapat menjadi lembaga andalan yang berada di garda terdepan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup berdasarkan prinsipprinsip syari’ah. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian dan pengaturan yang jelas terhadap lembaga ini agar dapat mengoptimalkan fungsinya secara ril di masyarakat.
POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN Dasopang, Nursania
Islamic Circle Vol. 1 No. 2 (2020): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.894 KB) | DOI: 10.56874/islamiccircle.v1i2.397

Abstract

The pattern of economic activity is a form of economic activity whichdoes by people or even a country to improve the quality of the economy from time to time and is carried out continuously. This pattern will always be monitored in terms of strengths and weaknesses which will use it to be a reference to design a better pattern of economic activity. The pattern of economic activity will cover many vital topics such as money, trade and specialties that can be carried out at the economic level of the family to the state. Therefore, each pattern of economic activity will be different depending on the actors of economic activity themselves. Especially for the country, this pattern of economic activity will be highly visible from the monetary policy undertaken. How is the financial management system, revenue flow circulation, and market mechanisms regulated by the government. Therefore, the country will continue to carry out monetary reforms to create a pattern of good economic activity for mutual prosperity.
KRITIK FEMINIS TERHADAP REPRESENTASI GENDER DALAM MEDIA Tanjung, Riska Tanjung; Lubis, Muhammad Rafki; Hasibuan, Sumardan; Dasopang, Nursania
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 13 No 01 (2025): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v13i01.8011

Abstract

Kritik feminisme memfokuskan kajian pada pembentukan kesadaran akan persamaan hak perempuan dan laki-laki dalam semua bidang. Perkembangan teori ini dilatarbelakangi oleh adanya reaksi konflik gender yang terjadi di masyarakat. Selama ini, di masyarakat terdapat bias makna antara jenis kelamin dan gender. Padahal kedua istilah tersebut memiliki makna yang bertolak belakang. Konsep jenis kelamin mengacu pada pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang tidak dapat dipertukarkan secara kodrati (laki- laki atau perempuan). Sementara itu, gender mengacu pada suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural dapat dipertukarkan. Permasalahan representasi gender di media di Indonesia saat ini masihmenjadi sorotan para aktivis perempuan, organisasi media maupun para pakar gender di Indonesia. Masalah gender adalah isu kompleks yang melibatkan aspek-aspek fundamental kehidupan manusia. Ketika kita membahas masalah gender, kita menyoroti ketidaksetaraan, diskriminasi, dan stereotip yang masih ada di banyak masyarakat. Wanita seringkali menghadapi batasan-batasan yang menghambat potensi penuh mereka dalam berbagaibidang, seperti pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan sosial.
PELAKSANAAN AKAD MUSYARAKAH DI BANK SYARIAH : STUDI DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG PADANG Dasopang, Nursania
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v8i2.1848

Abstract

Kehadiran bank Syariah merupakan representasi dari kebutuhan masyarakat Muslim di bidang keuangan yang selalu mengacu pada upaya peningkatan kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, sistem perbankan Syariah harus selalu disesuaikan dengan konsep yang secara konsisten tertuang dalam konsep manfaat dimana tujuan Syariat itu sendiri adalah untuk kesejahteraan umat manusia. Kesepakatan Musyarakah yang terjadi antara Bank Syariah Mandiri Cabang Padang dengan nasabah Ismail Fahmi Siregar dan istrinya Nisma Batubara dapat dikatakan telah sesuai dengan prinsip syariah. Perjanjian tersebut termasuk dalam kategori ibadah dan tidak memuat hal-hal yang dilarang. Para pihak mendapatkan hak dan memenuhi kewajibannya secara berimbang, meskipun terdapat klausul yang memberikan kewenangan kepada Bank yang berdasarkan kondisi keuangan makro, perubahan peraturan pemerintah atau perubahan kebijakan internal bank, atas kebijakan bank sendiri, bank berhak memutuskan pembiayaan. Nasabah berada pada posisi yang seimbang dengan Bank, dimana nasabah memahami sepenuhnya seluruh isi kontrak sebelum penandatanganan. Hal ini juga terkait dengan latar belakang nasabah sebagai pelaku usaha yang memiliki pengalaman bertransaksi dengan Bank.
POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN Dasopang, Nursania
Islamic Circle Vol. 1 No. 2 (2020): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v1i2.397

Abstract

The pattern of economic activity is a form of economic activity whichdoes by people or even a country to improve the quality of the economy from time to time and is carried out continuously. This pattern will always be monitored in terms of strengths and weaknesses which will use it to be a reference to design a better pattern of economic activity. The pattern of economic activity will cover many vital topics such as money, trade and specialties that can be carried out at the economic level of the family to the state. Therefore, each pattern of economic activity will be different depending on the actors of economic activity themselves. Especially for the country, this pattern of economic activity will be highly visible from the monetary policy undertaken. How is the financial management system, revenue flow circulation, and market mechanisms regulated by the government. Therefore, the country will continue to carry out monetary reforms to create a pattern of good economic activity for mutual prosperity.
BMT Sebagai Lembaga Keuangan Syariah DASOPANG, NURSANIA
Islamic Circle Vol. 3 No. 2 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i2.1138

Abstract

BMT merupakan lembaga keuangan syari’ah non-bank, yang dalam fungsi dan perannya juga melakukukan aktivitas bank. BMT menjadi solusi bagi rakyat kecil yang mengalami hambatan psikologis dalam berinteraksi dengan Bank, untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi demi mewujudkan kesejahteraan hidup. Di satu sisi BMT membantu masyarakat miskin untuk memperoleh hak sosialnya sebagai kaum duafa melalui dana konsumtif, dan di sisi lain secara produktif memberi fasilitas bisnis melalui produk-produk yang tersedia, berupa pembiayaaan dan simpanan. Melihat prinsip-prinsip dan karakter BMT, lembaga ini mestinya ditumbuhkembangkan untuk dapat menjangkau masyaakat kecil seluas-luasnya. BMT dapat menjadi lembaga andalan yang berada di garda terdepan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup berdasarkan prinsipprinsip syari’ah. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian dan pengaturan yang jelas terhadap lembaga ini agar dapat mengoptimalkan fungsinya secara ril di masyarakat.
Pendekatan Multidisipliner dalam Studi Hadis dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Modern Nasution, Hasbi Assiddiqi; Permana, Taufik Hadi; Nasution, Ikhwan Fadhly; Salam, Muhri; Dasopang, Nursania
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5039

Abstract

Hadis merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memiliki peran strategis dalam membimbing kehidupan umat Islam, baik dalam aspek ibadah maupun muamalah. Selain berfungsi sebagai dasar normatif hukum Islam, hadis juga mengandung nilai-nilai moral, sosial, dan ekonomi yang bersifat universal dan aplikatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan hadis dalam Islam, menjelaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam studi hadis, serta menganalisis relevansi nilai-nilai hadis terhadap pengembangan ekonomi syariah modern. Penulisan artikel ini didasarkan pada kajian kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai literatur hadis, karya ilmiah, dan referensi ekonomi syariah yang relevan. Hadis selama ini sering dipahami secara tekstual melalui kajian sanad dan matan, namun perkembangan zaman dan kompleksitas persoalan ekonomi kontemporer menuntut pemahaman yang lebih kontekstual. Oleh karena itu, pendekatan multidisipliner yang melibatkan ilmu sejarah, sosiologi, ekonomi, etika, dan hukum menjadi penting untuk memperkaya pemaknaan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai hadis seperti kejujuran (ṣidq), keadilan (‘adl), amanah, larangan riba, serta pencegahan gharar memiliki relevansi yang kuat dalam praktik ekonomi syariah modern. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan etika dalam pengembangan perbankan syariah, sistem bagi hasil, pengelolaan zakat dan wakaf, serta inovasi keuangan digital berbasis syariah. Dengan demikian, pendekatan multidisipliner dalam studi hadis tidak hanya memperkuat pemahaman teoretis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun sistem ekonomi syariah yang adil, beretika, dan berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Historiografi Islam dan Peran Pendekatan Historis dalam Studi Islam Multidisipliner Basyar, Muhammad Khoirul; Hutasuhut, Riki; Aulia, Ruli; Siregar, Muhammad Yoga; Dasopang, Nursania
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5067

Abstract

Studi Islam tidak dapat dipahami secara komprehensif apabila hanya bertumpu pada pendekatan normatif-tekstual, karena Islam juga berkembang sebagai fenomena historis dan sosial dalam kehidupan umat manusia. Ajaran Islam tidak hanya hadir dalam bentuk teks-teks normatif, tetapi juga diwujudkan dalam praktik keagamaan, dinamika pemikiran, serta perkembangan peradaban yang dipengaruhi oleh konteks ruang dan waktu. Oleh karena itu, pendekatan historis menjadi bagian penting dalam studi Islam, khususnya untuk memahami proses pembentukan dan transformasi pemikiran serta praktik keislaman sepanjang sejarah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji historiografi Islam dalam perspektif studi Islam, dengan menelusuri perkembangan historiografi Islam dari periode awal hingga kontemporer serta perannya dalam menjembatani Islam normatif dan Islam historis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui analisis terhadap berbagai literatur yang relevan, meliputi buku-buku klasik dan kontemporer, artikel ilmiah, serta karya-karya akademik yang membahas historiografi Islam dan pendekatan historis dalam studi Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman yang sistematis dan mendalam mengenai karakteristik, perkembangan, serta kontribusi historiografi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa historiografi Islam berkembang secara dinamis dan dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, politik, serta tradisi keilmuan Islam, khususnya ilmu hadis sebagai fondasi metodologis awal penulisan sejarah Islam. Pendekatan historis dalam historiografi Islam memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman Islam yang kontekstual dan komprehensif. Dengan demikian, historiografi Islam memiliki peran strategis dalam pengembangan studi Islam yang bersifat multidisipliner serta dalam memperkuat kesadaran historis umat Islam terhadap dinamika ajaran dan peradaban Islam.
Tasawuf dalam Tradisi Keilmuwan Islam: Analisis Konseptual Sejarah Perkembangan dan Relevansinya Umat Islam Pulungan, Nurhidayani; Siregar, Siti Chairunnisa; Matondang, Nurlaili Rismawati; Nasution, Alsya Frendi; Dasopang, Nursania
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5070

Abstract

Tasawuf merupakan salah satu disiplin keilmuan dalam Islam yang menekankan pengembangan dimensi batiniah manusia melalui proses penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs) dan pembinaan akhlak mulia. Keberadaan tasawuf tidak hanya dipahami sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai bagian integral dari tradisi keilmuan Islam yang memiliki landasan teologis dan historis yang kuat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis tasawuf dalam tradisi keilmuan Islam dengan menitikberatkan pada aspek konseptual, sejarah perkembangan, serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, meliputi kitab klasik tasawuf, buku-buku akademik, serta artikel ilmiah yang tercantum dalam daftar pustaka makalah. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf berkembang secara dinamis sejak masa awal Islam, berawal dari praktik zuhud yang menekankan kesederhanaan hidup dan pengendalian diri, kemudian berkembang menjadi disiplin keilmuan yang sistematis dengan konsep, metode, dan tokoh-tokoh utama yang berpengaruh. Tasawuf memiliki peran strategis dalam membentuk keseimbangan antara dimensi spiritual, moral, dan sosial manusia. Dalam konteks kehidupan modern yang ditandai oleh arus globalisasi, krisis spiritual, dan kecenderungan materialisme, tasawuf tetap relevan sebagai sarana pembinaan spiritual, penguatan nilai-nilai etika, serta pembentukan karakter umat Islam agar mampu menjalani kehidupan yang seimbang dan bermakna.