Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Penyakit Menular Seksual pada Remaja di Asrama Don Bosco Maumere: A Deskriptif Kuantitatif Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Gaharpung , Mediatrix Santi; Samson , Kristoforus; Lomu, Maria Clemensia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5116

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehinggam remaja rentan terhadap perilaku beresiko, termasuk masalah kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual (PMS).Pengetahuan yang kurang memadai sering kali membuat remaja salah dalam mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksinya. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui gambaran edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual pada remaja di Asrama Don Bosco Maumere. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 50 responden remaja asrama. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pre dan post edukasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan. Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebanyak 33 responden (66%) memiliki pengetahuan baik, 15 responden (30%) cukup, dan 2 responden (4%) kurang. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan pada kategori baik. Peningkatan ini membuktikan bahwa edukasi yang diberikan secara sistematis dan dengan metode yang sesuai mampu meningkatkan pemahaman remaja mengeni sistem reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual. Kesimpulan : Edukasi kesehatan reproduksi dan PMS terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja di Asrama Don Bosco Maumere. Disarankan agar pihak asrama dan tenaga kesehatan dapat melakukan program edukasi secara berkelanjutan untuk membekali remaja dengan pengetahuan yang tepat sebagai upaya pencegahan perilaku beresiko.