Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Biaya-Manfaat Telemedicine untuk Tatalaksana Penyakit Kronis: Studi Cost-Benefit pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Prajuita, Muthia; Filyani, Isra; Marika, Sandra; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5178

Abstract

Pembangunan kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi nasional. Kesehatan yang baik berkontribusi pada peningkatan produktivitas, penurunan beban pembiayaan jangka panjang, serta stabilitas sosial dan ekonomi. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah, meningkatnya biaya teknologi medis, serta terjadinya transisi epidemiologi penyakit menuntut adanya pengambilan keputusan kesehatan yang efisien dan berbasis bukti ekonomi yang kuat. Cost Benefit Analysis (CBA) merupakan salah satu metode evaluasi ekonomi yang digunakan dengan cara membandingkan seluruh biaya dan manfaat suatu intervensi kesehatan dalam satuan moneter. Pendekatan ini bertujuan untuk menilai kelayakan program serta nilai tambah ekonomi yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi dasar rasional dalam penentuan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, penerapan, dan implikasi penggunaan CBA dalam sektor kesehatan, khususnya dalam mendukung pengambilan keputusan kebijakan dan manajerial di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan analitis-deskriptif melalui telaah literatur ilmiah, laporan kebijakan, serta pedoman internasional yang relevan. Analisis dilakukan dari perspektif sosial dan pemerintah dengan mengidentifikasi biaya langsung, biaya tidak langsung, serta manfaat ekonomi yang dikonversi menggunakan pendekatan Value of Statistical Life dan Willingness to Pay. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBA mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kelayakan ekonomi intervensi kesehatan, terutama pada program promotif dan preventif seperti imunisasi dan pengendalian penyakit. Selain itu, CBA membantu penentuan prioritas program, meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, serta mendukung keberlanjutan sistem kesehatan. Dengan penerapan asumsi yang transparan dan analisis sensitivitas yang memadai, CBA berpotensi menjadi instrumen strategis dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan kesehatan yang berkeadilan dan berkelanjutan.