Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tahap-Tahap Pembangunan Ekonomi terhadap Pembangunan Manusia, Dinamika Kependudukan, dan Pengangguran di Kabupaten Probolinggo Junaedi, Deddy; Wahyuni, Tri Indah; Masruroh, Nuril; Rachmawati, Rica; Aini, Lutfiyah Qilfa Khairil; Rustina, Siti Ayu; Nurhalisa, Siti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5853

Abstract

Pembangunan ekonomi tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mencakup peningkatan pembangunan manusia, dinamika demografi, serta kondisi pasar tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tahap-tahap pembangunan ekonomi dan pengaruhnya terhadap pembangunan manusia, dinamika kependudukan, serta pengangguran di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan mengombinasikan analisis kualitatif dan data kuantitatif sebagai pendukung. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik serta dokumen perencanaan pembangunan daerah. Kerangka analisis penelitian ini didasarkan pada teori tahap-tahap pembangunan ekonomi Rostow, yang dihubungkan dengan indikator utama pembangunan, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), laju pertumbuhan penduduk, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Probolinggo masih berada pada fase transisi antara tahap pra-lepas landas dan tahap lepas landas pembangunan ekonomi. Kondisi ini tercermin dari dominasi sektor pertanian, terbatasnya perkembangan industri, serta lambatnya transformasi struktural menuju sektor manufaktur dan jasa modern. Meskipun IPM menunjukkan peningkatan secara bertahap, tingkatnya masih relatif lebih rendah dibandingkan wilayah perkotaan di Jawa Timur, terutama akibat keterbatasan dalam pendidikan dan keterampilan tenaga kerja. Dari sisi demografi, dominasi penduduk usia produktif menunjukkan adanya potensi bonus demografi yang cukup besar. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena terbatasnya lapangan kerja produktif dan tingginya penyerapan tenaga kerja di sektor informal. Akibatnya, rendahnya tingkat pengangguran tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang baik, karena masih disertai dengan rendahnya kualitas pekerjaan dan produktivitas tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang terintegrasi dengan penekanan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia