Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Cheese Cake Labu Kuning (Cucurbita moschata Duch.) sebagai Alternatif Makanan Fungsional dalam Pencegahan Stunting di Poyandu Kemuning, Sambutan Adhila, Ghina; Milasari, Novi; Sundu, Reksi; Namira, Nadine Anastasya Putri; Rachman, Nadya Rahmawati; Rachmanissa, Nadya; Nabila, Annisa Bela; Dhevani, Apria Audya; Ananda, Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3516

Abstract

Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi secara kronis, terutama selama periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang berdampak pada terganggunya pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu upaya pencegahan stunting yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan pangan lokal bergizi tinggi, seperti labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) yang mengandung beta-karoten, vitamin A, C, serat, dan mineral. Labu kuning memiliki potensi sebagai bahan makanan fungsional, dalam hal pembuatan MPASI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pelatihan pengolahan labu kuning menjadi cheesecake sehat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2025 di Posyandu Kemuning, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri dari kader posyandu, ibu dan balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi memasak, serta evaluasi melalui kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap kondisi stunting, 75% peserta berada dalam kategori baik, 22% cukup, dan 3% kurang. Penyampaian materi secara praktis dan penggunaan media edukatif yang menarik dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta. Program ini membuktikan bahwa integrasi edukasi gizi dengan praktik pengolahan pangan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting.