Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Air Cucian Beras sebagai Pupuk Cair Organik melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di RW 10, Kelurahan Mulyasari Adwitiya, Najwa Septi; Wardiani, Dinar Puji; Az Zahra, Salwa Fathia; Puspitasari, Luvita; Simanjuntak, Lista Gefarani; Nurmala, Diska Maoli; Ayunigtyas, Salsabila; Rakhman, Sonia; Siahaan, Irna Helena; Martini, Dini; Jatnikawati, Nabila; Haerunnisa, Nurma; Baili, Ilham Imam; Nuraini, Yasmina Zahra; Annashr, Nissa Noor; Dewi, Bella Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3584

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga RW 10 Kelurahan Mulyasari dalam memanfaatkan air cucian beras sebagai pupuk cair organik. Minimnya pemahaman mengenai pengolahan limbah rumah tangga menyebabkan air cucian beras belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif partisipatif melalui penyuluhan dan praktik langsung bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Tahapan kegiatan meliputi edukasi kandungan nutrisi air cucian beras, penjelasan fungsi setiap bahan tambahan, serta demonstrasi pembuatan pupuk cair organik hingga proses fermentasi selama 7–14 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan pupuk cair organik secara mandiri, mulai dari pencampuran bahan hingga pengamatan keberhasilan fermentasi berdasarkan perubahan warna, aroma, dan pembentukan buih. Peserta juga memahami manfaat penggunaan pupuk cair organik bagi tanaman dan dampaknya terhadap pengurangan limbah rumah tangga. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat serta mendorong penerapan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kemampuan warga dalam memanfaatkan limbah cair domestik sebagai pupuk organik sederhana yang dapat digunakan untuk menunjang pertanian pekarangan secara berkelanjutan.