Pratiwi M. Daut, Suci
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Marginalisasi Aktor Sosial dengan Teknik Eksklusi dalam Pemberitaan Penangkapan Pegi Setiawan (Kasus Vina Cirebon) di Media Tribunnews.com Pratiwi M. Daut, Suci; Pratiwi M. Daut, et.al, Suci; Burhan, Faika; Nugraha, Shafwan
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/qszm8y78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik eksklusi dalam pemberitaan Tribunnews.com terkait penangkapan Pegi Setiawan serta dampaknya terhadap marginalisasi aktor sosial. Data didapatkan dari artikel berita bertopik penangkapan Pegi Setiawan di media Tribunnews.com. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sementara teknik analisis data menggunakan analisis wacana kritis model Theo van Leeuwen yang melibatkan teknik eksklusi aktor sosial dalam wacana berita. Hasil penelitian menunjukkan adanya marginalisasi terhadap Pegi Setiawan sebagai aktor sosial yang dikonstruksi secara dominan sebagai terduga pelaku tanpa sorotan memadai terhadap kemungkinan kesalahan penangkapan atau hak-haknya dalam proses hukum. Sementara itu, pihak kepolisian dieksklusi dari wacana melalui strategi pasivasi, nominalisasi, dan penggantian anak kalimat guna menjaga citra institusional dan menghindari kritik terhadap prosedur yang dijalankan. Teknik eksklusi ini tidak hanya mempertahankan kredibilitas kepolisian, tetapi juga membentuk opini publik yang memperkuat anggapan bersalah terhadap Pegi Setiawan, bahkan sebelum adanya keputusan hukum yang sah. Dengan demikian, teknik eksklusi dalam pemberitaan ini tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan kredibilitas kepolisian, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk opini publik yang cenderung mengesampingkan kemungkinan lain dalam kasus ini, termasuk aspek keadilan bagi Pegi Setiawan.