Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Abrasi Pantai Bita Beach Melalui Penanaman Pohon Waru Dadi, Agustinus F Paskalino; Nagu, Hironimus Epe; Moset, Maria; Rema, Romilius Aditia; Padua, Antonius Juliant; Rasyid, Rasyada Ibrahim
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i4.7086

Abstract

Bita Beach is a coastal area of the south coast in the Mautapaga District. This beach is located on the coast of the Sawu Sea, which is directly connected to the Indian Ocean. Therefore, this region often experiences the impact of extreme weather anomalies. The southern coastal region often experiences abrasion due to tidal waves. The presence of abrasion vulnerability is also due to the lack of vegetation in coastal areas. When the tide is high, the coastal area often experiences abrasion, and a slight wave can wash up on the houses of residents. Faced with these conditions, one solution is to implement abrasion mitigation activities. The mitigation activity determined is the planting of Waru Trees. Of course, this is not the result of the team's speculation but of its research into various mitigation best practices across different areas affected by abrasion. Waru trees have been proven to thrive in dry, hot coastal regions. Waru also has sturdy trunks and strong roots, so it can be relied on to control the speed of sea waves in the coastal areas (mitigating coastal abrasion). This abrasion mitigation activity is also part of the implementation of project-based MKWK to overcome environmental problems faced by the coastal community of Bita Beach. With the implementation of this activity, students have been involved in providing solutions to the problem of abrasion as well as forming the character of Pancasilais to provide the basic direction of education towards the realization of a young generation that is intellectual, noble, human, and has a sense of nationality based on Pancasila and UUD 1945.
Edukasi Anti Bullying Untuk Siswa-Siswi di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Fathimyah Ende Lina, Virgilius Bate; Sabhe, Yeremias Dakosta; Rasyid, Rasyada Ibrahim; Sa’aban, Jihadhatul Firmasyah; Wati, Ayu Rahmaria Susilo; Nadeng, Justin Jesika Pale; Tude, Ade Anggi Riwu
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i1.1428

Abstract

Fenomena bullying (perundungan) merupakan masalah serius yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif signifikan terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta prestasi akademik siswa. Minimnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, cara pencegahan, dan langkah pelaporan yang benar menjadi tantangan utama, termasuk di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Fathimyah Ende. Bullying merupakan salah satu bentuk perilaku kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat mengganggu perkembangan emosional, sosial, serta prestasi belajar peserta didik. Penelitian atau kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi anti bullying kepada siswa-siswi di MIS Fathimiyah Ende guna meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta keterampilan dalam mencegah dan menangani perilaku perundungan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi awal untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying yang terjadi, dilanjutkan dengan pemberian materi edukatif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta kampanye “Sekolah Ramah Tanpa Bullying”. Data dikumpulkan melalui angket pre-test dan post-test, wawancara dengan guru, serta dokumentasi kegiatan.Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai konsep bullying, dampak perundungan, serta cara melapor dan menolong teman yang mengalami bullying. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dalam berinteraksi, ditandai dengan meningkatnya empati dan menurunnya kecenderungan melakukan tindakan agresif. Program edukasi ini juga mendapat dukungan kuat dari pihak sekolah dan guru yang berkomitmen melanjutkan pembiasaan anti bullying secara berkelanjutan. Dengan demikian, edukasi anti bullying di MIS Fathimiyah Ende terbukti efektif dalam membentuk budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berkarakter. Edukasi Anti Bullying yang dilaksanakan di MIS Fathimyah Ende juga berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa terhadap bahaya bullying dan cara penanggulangannya