Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Program Studi Guru Sekolah Dasar Terhadap Desain Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Lely Suryani; Agustina Mei; Agustinus F. Paskalino Dadi; Virgilius Bate Lina; Karolus Charlaes Bego
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.324 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2050

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauhmana persepsi mahasiswa Program Studi Guru Sekolah Dasar Fakiltas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Flores. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi dengan pendekatam kuantitatif dengan metode survey. Data diperoleh dari 454 responden mahasiwa yang berasal dari Program Studi Guru Sekolah Dasar Universitas Flores yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan lewat aplikasi SPADA Dikti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguuan dan Ilmu Pendidikan Universitas Flores memberikan respon positif terhadap program MBKM dengan menyatakan siap untuk MBKM karena MBKM sesuai dengan manfaat bagi mahaiswa jika mengikuti kegiatan MBKM dalam pengembangan kompentensi/keterampilan sebagai bekal bekerja setelah lulus.
Penerapan Model Pembelajaran Time Token Dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar PPKn Peserta Didik di Sekolah Dasar Agustinus F. Paskalino Dadi; Maria Kewa
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.703

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4 seperti peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, cenderung diam dan hanya mendengar penjelasan guru, jarang bertanya dan bertukar pikiran dengan teman dan gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Time Token dalam pembelajaran PPKn, dan mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4 setelah menerapkan model Time Token. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, di mana setiap siklus menerapkan desain penelitian tindakan model Kurt Lewin berupa planning, acting, observing, dan reflecting. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Time Token dapat meningkatkan keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4. Hal ini dibuktikan dengan nilai keaktifan belajar yang mengalami peningkatan dari 39,1 (kategori sangat rendah) pada periode pratindakan menjadi 69,7 (kategori cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 85,4 (kategori sangat tinggi) pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa model Time Token merupakan model yang tepat untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4.
Penerapan Model Pembelajaran Time Token Dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar PPKn Peserta Didik di Sekolah Dasar Agustinus F. Paskalino Dadi; Maria Kewa
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.703

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4 seperti peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, cenderung diam dan hanya mendengar penjelasan guru, jarang bertanya dan bertukar pikiran dengan teman dan gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Time Token dalam pembelajaran PPKn, dan mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4 setelah menerapkan model Time Token. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, di mana setiap siklus menerapkan desain penelitian tindakan model Kurt Lewin berupa planning, acting, observing, dan reflecting. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Time Token dapat meningkatkan keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4. Hal ini dibuktikan dengan nilai keaktifan belajar yang mengalami peningkatan dari 39,1 (kategori sangat rendah) pada periode pratindakan menjadi 69,7 (kategori cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 85,4 (kategori sangat tinggi) pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa model Time Token merupakan model yang tepat untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4.
Peningkatan Hasil Belajar PPKn melalui Model Time Token pada Peserta Didik Kelas V SD GMIT Ende 4 Maria Kewa; Agustinus F. Paskalino Dadi; Adi Neneng Abdullah
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.671 KB) | DOI: 10.37478/jpm.v1i1.356

Abstract

This research was motivated by the reality in 5th grade of SD Ende 4 GMIT which includes: 1) the low learning outcomes of PPKn caused by learning processes was not interesting, studentwere not active, and unseriousness students in learning; 2) learning methods that tend to be teacher-centered so that students are less active in learning. The purpose of this study is to: 1) describe the application of the Time Token Learning Model in the learning implementation plan and the mechanism of its implementation in learning the PPKn at 5th grade of SD GMIT Ende 4; 2) describe the learning outcomes of students in learning PPKn in 5th grade of SD Ende 4 GMIT after applying the Time Token Learning Model. This method of research is a classroom action research study consisting of 2 cycles, where each cycle applies Action Research Design by Kurt Lewin which includes the stages of planning, implementing actions, observing and reflecting. The method of data collection methods are tests, observations, interviews and document studies. The results of this research is Time Token Model can improve the learning outcomes of PPKn on 5th grade students of SD GMIT Ende 4. This is evidenced by the average value of learning outcomes and the percentage of students completeness classical after the Time Token Model is applied. At the time of the pretest, the average value of PPKn learning outcomes was 53.57, with a classical completeness percentage is 21.43%. This result has increased in first cycle with average value is 69.64 and the percentage of classical completeness is 35.71%. In second cycle, learning outcomes average value has increased to 99, 28, with percentage of classical completeness is 100%.
Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru SD Katolik Ndona 2 Ende Berty Sadipun; Agustinus F. Paskalino Dadi; Virgilius Bate Lina; Bertolomeus Hadigala Hokon; PinQi Baba Apriana Parera; Petrasia Riti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.249 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4059

Abstract

Masalah yang dialami para guru di SD Katolik Ndona 2 adalah kurangnya pemahaman dan kemampuan melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan diadakannya pelatihan PTK bagi guru-guru di SD Katolik Ndona 2 yaitu agar mampu membuat PTK berkualitas secara berkesinambungan dan terarah. Bentuk-bentuk kegiatan dalam pelatihan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan penyuluhan tentang cara melaksanakan pelatihan dan penerapan model-model pembelajaran pelaksanaan PTK, prosedur dan langkah-langkah PTK, pelatihan menganalisis data PTK, menyimpulkan hasil PTK, membuat laporan hasil dan menulis artikel ilmiah hasil PTK. Kegiatan pelatihan PTK dilakanakan sebanyak 8 kali pertemuan, Setelah peserta menerima materi pelatihan, peserta kemudian dibimbing dan didamping dalam proses pembuatan proposal, laporan dan artikel PTK. Subjek dalam kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru SD Katolik Ndona 2 sebanyak 10 orang. Hasil dari kegiatan pelatihan ini: 6 dari 10 guru telah mampu merumuskan proposal PTK yang berkualitas, melaksanakan PTK dan menyusun laporan PTK.
KKN-PPM LITERASI DESA DI DESA NGEGEDHAWE KECAMATAN AESESA KABUPATEN NAGEKEO Agustinus F. Paskalino Dadi; Virgilius Bate Lina; Maria Helena Carolinda Dua Mea
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 1 No. 2 April, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v1i2.31

Abstract

The Village Literacy KKN-PPM Program was held on 27th July to 7th September 2019. This program was led by a team consists of three lecturers, 20 students and partnering Ngegedhawe Villager. This program emerged as an awareness of the team towards the reality of the lives of residents in Ngegedhawe Village in terms of literacy. Based on observations and interviews it was found that the Ngegedhawe people are lack in reading and writing, and in cultural-citizenship literacy. Citizens do not have adequate access to information in the form of a place to read and increasingly decline the nationality and cultural character of the citizens (especially children and young people) as a result of modernization and globalization. On that basis, the KKN-PPM takes the theme of Village Literacy which is carried out with several methods in the form of the construction of reading house, the provision of reading material, counseling or socialization of literacy and cultural-citizenship literacy, cultural performances and competitions. Based on observations and interviews with several randomly selected villagers, it was found that the Village Literacy KKN-PPM program had a very positive influence on Ngegedhawe villagers where there was an increase in knowledge and awareness in literacy and literacy of citizenship, as well as the availability of a reading house and reading material that can support the improvement of the literacy skills of citizens in the subsequent times.
Penerapan Model Pembelajaran Time Token Dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar PPKn Peserta Didik di Sekolah Dasar Dadi, Agustinus F. Paskalino; Kewa, Maria
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.703

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4 seperti peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, cenderung diam dan hanya mendengar penjelasan guru, jarang bertanya dan bertukar pikiran dengan teman dan gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Time Token dalam pembelajaran PPKn, dan mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4 setelah menerapkan model Time Token. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, di mana setiap siklus menerapkan desain penelitian tindakan model Kurt Lewin berupa planning, acting, observing, dan reflecting. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Time Token dapat meningkatkan keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4. Hal ini dibuktikan dengan nilai keaktifan belajar yang mengalami peningkatan dari 39,1 (kategori sangat rendah) pada periode pratindakan menjadi 69,7 (kategori cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 85,4 (kategori sangat tinggi) pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa model Time Token merupakan model yang tepat untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4.
Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru SD Katolik Ndona 2 Ende Sadipun, Berty; Paskalino Dadi, Agustinus F.; Lina, Virgilius Bate; Hokon, Bertolomeus Hadigala; Apriana Parera, PinQi Baba; Riti, Petrasia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4059

Abstract

Masalah yang dialami para guru di SD Katolik Ndona 2 adalah kurangnya pemahaman dan kemampuan melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan diadakannya pelatihan PTK bagi guru-guru di SD Katolik Ndona 2 yaitu agar mampu membuat PTK berkualitas secara berkesinambungan dan terarah. Bentuk-bentuk kegiatan dalam pelatihan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan penyuluhan tentang cara melaksanakan pelatihan dan penerapan model-model pembelajaran pelaksanaan PTK, prosedur dan langkah-langkah PTK, pelatihan menganalisis data PTK, menyimpulkan hasil PTK, membuat laporan hasil dan menulis artikel ilmiah hasil PTK. Kegiatan pelatihan PTK dilakanakan sebanyak 8 kali pertemuan, Setelah peserta menerima materi pelatihan, peserta kemudian dibimbing dan didamping dalam proses pembuatan proposal, laporan dan artikel PTK. Subjek dalam kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru SD Katolik Ndona 2 sebanyak 10 orang. Hasil dari kegiatan pelatihan ini: 6 dari 10 guru telah mampu merumuskan proposal PTK yang berkualitas, melaksanakan PTK dan menyusun laporan PTK.
Penerapan Model Pembelajaran Time Token Dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar PPKn Peserta Didik di Sekolah Dasar Dadi, Agustinus F. Paskalino; Kewa, Maria
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.703

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4 seperti peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, cenderung diam dan hanya mendengar penjelasan guru, jarang bertanya dan bertukar pikiran dengan teman dan gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Time Token dalam pembelajaran PPKn, dan mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4 setelah menerapkan model Time Token. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, di mana setiap siklus menerapkan desain penelitian tindakan model Kurt Lewin berupa planning, acting, observing, dan reflecting. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Time Token dapat meningkatkan keaktifan belajar PPKn pada peserta didik kelas 5 SD GMIT Ende 4. Hal ini dibuktikan dengan nilai keaktifan belajar yang mengalami peningkatan dari 39,1 (kategori sangat rendah) pada periode pratindakan menjadi 69,7 (kategori cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 85,4 (kategori sangat tinggi) pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa model Time Token merupakan model yang tepat untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn di kelas 5 SD GMIT Ende 4.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANTI KORUPSI MELALUI SOSIALISASI HUKUM PADA SISWA SMKS KATOLIK SYURADIKARA Dadi, Agustinus F Paskalino; Lay, Maria Feronika Bebhe; Peti, Maria Vianey; Gobang, Paulus Devian Asno; Reo, Petrus Kanisius Gianluigi
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v6i1.5400

Abstract

Corruption is one of the extraordinary crimes in Indonesia. Corruption is massive and carried out by many people from various levels of power and government. The corrupt behavior of officials has hurt the younger generation, including the students of SMKS Syuradikara. There is a feeling of uncertainty about the bleak future, which is left behind by the current generation. The fate of the younger generation is mortgaged by the greed of corrupt actors who shamelessly take something that is not their right. So what should the younger generation do? What actions should be taken so that the corruption problem no longer eats away at the life of the nation and state? This condition requires strategic and measurable efforts from various parties, such as the Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), law enforcement officials, state administrators, and various elements of society. The problem of corruption cannot only be addressed with repressive efforts but also through planned and measurable prevention efforts to realize an Indonesia free from corruption. The current corruption emergency requires the formation of character in the young generation of anti-corruption to be able to realize a new Indonesia that is free from corruption. Character formation can be done through cognitive debriefing about corruption and anti-corruption through socialization activities or counseling and habituation of anti-corruption character in the younger generation. If the younger generation (students) is equipped with knowledge about corruption and anti-corruption, then this knowledge can be relied on to shape the character of students. Students become aware of attitudes or actions that are categorized as corruption and begin to get used to applying anti-corruption principles and values in their attitudes and behaviors. If students from an early age understand anti-corruption values, then it will be easy for them to practice those values in their attitudes and actions. Furthermore, if they have become accustomed to living and practicing anti-corruption values and principles in their lives, then they will have legal and ethical awareness not to commit acts of corruption from an early age.