Abstrak: Pesantren di Indonesia menghadapi tuntutan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan secara profesional tanpa melepaskan nilai-nilai Islami yang menjadi identitas dasarnya. Penelitian ini menganalisis bagaimana budaya organisasi Islami ditransformasikan dan dioperasionalkan sebagai fondasi manajemen pendidikan di Yayasan Ulul Albab Asyadi, Sampang, Madura. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat internalisasi nilai-nilai Islami seperti amanah, adab, syura, disiplin, dan transparansi serta menilai kontribusinya terhadap fungsi-fungsi manajemen pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan instrumen angket skala Likert yang telah divalidasi dan disebarkan kepada kiai, ustadz, dan santri senior yang berperan langsung dalam pengelolaan pesantren. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh indikator budaya organisasi Islami berada pada kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata 4,75 hingga 5,00. Temuan ini mengindikasikan bahwa transformasi budaya Islami tidak hanya berfungsi sebagai nilai moral, tetapi menjadi mekanisme operasional yang memperkuat keteladanan pemimpin, efektivitas pengambilan keputusan, dan akuntabilitas kelembagaan. Penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya dan memberikan kontribusi teoretis bagi kajian manajemen pendidikan Islam serta rekomendasi praktis bagi pengembangan tata kelola berbasis nilai di lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: budaya organisasi Islami; manajemen pesantren; transformasi budaya; pendidikan Islam.