Severity assessment digunakan untuk menentukan tingkat keparahan risiko, variabel yang digunakan untuk menilai keparahan adalah dampak risiko dan probabilitas. Kualitas pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit bertanggungjawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) memiliki hubungan penting dengan sistem tenaga kerja dan sumber daya manusia di Rumah Sakit. Pelaksanaan penyimpanan rekam medis sangat diperhatikan untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman untuk rekam medis dan bagi petugas yang sedang bekerja. Proses penyimpanan rekam medis mempunyai risiko-risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja pada petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko kerja di Unit Rekam Medis menggunakan Severity Assessment Rumah Sakit di Kota Gorontalo, pada penelitian ini dilakukan 2 tahapan yaitu penilaian dampak risiko dan probabilitas risiko kerja. Jenis penelitian ini penelitian kantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan severity assessment. Penelitian ini dilakukan di RSUD Otanaha, RSIA Sitti Khadijah, dan RS Multazam, Hasil penelitian berdasarkan penilaian severity assessment di RSUD Otanaha yang sebagai Rumah Sakit Pemerintah, RSIA Sitti Khadijah sebagai Rumah Sakit Khusus, dan RS Multazam sebagai Rumah Sakit Swasta bahwa dapat di simpulkan risiko kerja di unit rekam medis di temukan risiko yang paling tinggi yaitu pada RSIA Sitti Khadijah dengan penilaian rata-rata > 4 atau berada pada risiko paling tinggi atau risiko extrim. Oleh karena itu di sarankan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan pengendalian risiko dengan metode eliminasi, substitusi, dan penggunaan Alat Pelindung Diri. Severity assessment is applied to determine the level of risk severity by evaluating two key variables: risk impact and probability. Ensuring the quality of healthcare services requires hospitals to maintain safe, effective, and well-managed work environments. Occupational health and safety (OHS) management systems hold a critical role in supporting workforce performance and human resources, including within medical record units. Proper implementation of medical record storage is essential to create safe and comfortable conditions for both the records and the personnel handling them. However, the storage process poses several potential hazards that may compromise workers’ health and safety. This study aims to analyze occupational risk management in the Medical Record Unit using a severity assessment approach in selected hospitals in Gorontalo City. A quantitative cross-sectional design was employed, consisting of two stages: assessment of risk impact and assessment of risk probability. The study was conducted at Otanaha Regional General Hospital, Sitti Khadijah Mother and Child Hospital, and Multazam Hospital. The results show that among the three hospitals—representing government, specialized, and private healthcare facilities—the highest level of occupational risk was identified at Sitti Khadijah Mother and Child Hospital, with an average severity score > 4, classified as an extreme risk. Accordingly, hospitals are advised to strengthen risk control measures through elimination, substitution, and consistent use of personal protective equipment.