Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Seminar bagi Relawan Kedukaan: Peningkatan Kapasitas Bereavement Support Berlandaskan Hukum dan Etika di Komunitas Sarimulyo, Yogyakarta Kustanti, Christina Yeni; Riyanto, Ontran Sumantri; Isnanto, Isnanto; Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang; Ikaningtyas, Nurlia; Santoso, Audryan Putra; Perdani, Rebeka Christin; Mahendra, Yusuf Arya; Saragih, Rachel Free Evana
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.522

Abstract

Kegiatan Seminar Legal-Etik Bereavement Care untuk komunitas relawan di Yogyakarta ini direncanakan dengan tujuan memperkuat kapasitas relawan dalam memahami aspek legal dan etika dalam pelayanan dukungan duka. Persiapan meliputi penyusunan materi yang menitikberatkan pada perlindungan data pribadi, persetujuan informasi, batas kewenangan intervensi, serta prinsip-prinsip etika seperti beneficence, non-maleficence, dan autonomy. Pelaksanaan seminar dilakukan secara tatap muka dengan partisipasi 80 relawan komunitas kedukaan dan kebencanaan, yang aktif dilibatkan dalam diskusi studi kasus dilema etika nyata di lapangan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pengumpulan umpan balik kualitatif untuk mengukur peningkatan pemahaman dan relevansi materi terhadap praktik layanan dukungan duka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, dengan rata-rata kenaikan skor pemahaman legal dan etik lebih dari 30%. Seminar ini juga memperkuat sinergi antara komunitas relawan dan tenaga profesional, membangun fondasi layanan dukungan duka yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pembekalan legal dan etik sangat penting sebagai landasan untuk memberikan dukungan emosional yang aman, efektif, dan bermartabat bagi individu yang berduka, serta menegaskan perlunya pengembangan pelatihan serupa untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme relawan secara berkelanjutan.