Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi (skill gap). Guru Pembimbing Khusus (GPK) di SDIT Al-Firdaus Banjarmasin dalam manajemen perilaku Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang selama ini didominasi oleh pendekatan intuitif (trial and error). Kesenjangan ini menyebabkan intervensi perilaku yang dilakukan seringkali tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Metode Pelaksanaan dilaksanakan melalui lokakarya (workshop) interaktif selama satu hari yang berfokus pada transfer pengetahuan Applied Behavior Analysis (ABA), termasuk model A-B-C dan Analisis Fungsional Perilaku (FBA). Metode evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta studi kasus untuk mengukur peningkatan keterampilan. Tindak lanjut program dijamin melalui pembentukan forum pendampingan (online group monitoring) pasca-pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi GPK. Peningkatan Pengetahuan: Terdapat peningkatan skor post-test rata-rata sebesar 33.34 poin, dari 45.33 (pre-test) menjadi 78.67 (post-test). Secara statistik, peningkatan ini signifikan (p=0.001), dengan nilai Gain Score (G) 0.602 yang termasuk kategori "Sedang". Peningkatan Keterampilan: Indikator keterampilan tercapai, dibuktikan dengan 80% (12 dari 15) peserta mampu menyusun Rencana Intervensi Perilaku (BIP) sederhana yang berbasis fungsi perilaku. Hal ini menandakan pergeseran GPK dari penanganan reaktif menjadi penyusun intervensi proaktif. Relevansi Materi: Kuesioner menunjukkan tingkat kepraktisan materi dinilai tinggi oleh peserta, dengan skor rata-rata 4.15 (dari 5.0). Simpulan kegiatan PKM ini adalah berhasil secara signifikan meningkatkan kompetensi GPK dalam analisis perilaku dan penyusunan intervensi terstruktur. Rekomendasi utama untuk keberlanjutan adalah pentingnya pendampingan klinis berkala pasca-pelatihan dan pengadaan pelatihan berjenjang untuk memperdalam penguasaan teknik intervensi lanjutan.