Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Pembimbing Khusus (GPK) melalui Pelatihan Terapi Perilaku (ABA) untuk Membangun Lingkungan Belajar yang Positif dan Efektif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Nazharullah, Ridha
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.532

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi (skill gap). Guru Pembimbing Khusus (GPK) di SDIT Al-Firdaus Banjarmasin dalam manajemen perilaku Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang selama ini didominasi oleh pendekatan intuitif (trial and error). Kesenjangan ini menyebabkan intervensi perilaku yang dilakukan seringkali tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Metode Pelaksanaan dilaksanakan melalui lokakarya (workshop) interaktif selama satu hari yang berfokus pada transfer pengetahuan Applied Behavior Analysis (ABA), termasuk model A-B-C dan Analisis Fungsional Perilaku (FBA). Metode evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta studi kasus untuk mengukur peningkatan keterampilan. Tindak lanjut program dijamin melalui pembentukan forum pendampingan (online group monitoring) pasca-pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi GPK. Peningkatan Pengetahuan: Terdapat peningkatan skor post-test rata-rata sebesar 33.34 poin, dari 45.33 (pre-test) menjadi 78.67 (post-test). Secara statistik, peningkatan ini signifikan (p=0.001), dengan nilai Gain Score (G) 0.602 yang termasuk kategori "Sedang". Peningkatan Keterampilan: Indikator keterampilan tercapai, dibuktikan dengan 80% (12 dari 15) peserta mampu menyusun Rencana Intervensi Perilaku (BIP) sederhana yang berbasis fungsi perilaku. Hal ini menandakan pergeseran GPK dari penanganan reaktif menjadi penyusun intervensi proaktif. Relevansi Materi: Kuesioner menunjukkan tingkat kepraktisan materi dinilai tinggi oleh peserta, dengan skor rata-rata 4.15 (dari 5.0). Simpulan kegiatan PKM ini adalah berhasil secara signifikan meningkatkan kompetensi GPK dalam analisis perilaku dan penyusunan intervensi terstruktur. Rekomendasi utama untuk keberlanjutan adalah pentingnya pendampingan klinis berkala pasca-pelatihan dan pengadaan pelatihan berjenjang untuk memperdalam penguasaan teknik intervensi lanjutan.
REKONSTRUKSI CITRA DIRI DALAM JASA JOKI GALBAY ANALISIS WACANA KRITIS RELASI PENYELAMAT DAN KORBAN DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK, TIKTOK, DAN INSTAGRAM Nazharullah, Ridha; Putri, Lisya Ramitha
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 3 (2025): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol7no3hlm227-236

Abstract

Pesatnya pertumbuhan financial technology (fintech) di Indonesia memunculkan fenomena gagal bayar (galbay) yang dialami debitur akibat asimetri literasi finansial. Kerentanan ini dimanfaatkan oleh penyedia jasa "Joki Galbay" melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana persuasif dan struktur dominasi hegemoni yang dibangun oleh penyedia jasa joki dalam mengeksploitasi kondisi psikologis debitur. Menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk yang disintesiskan dengan teori retorika Aristoteles, penelitian ini membedah dimensi teks, skema sosial, dan konteks sosial dari wacana di Facebook, TikTok, dan Instagram. Temuan menunjukkan bahwa bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan yang memanipulasi emosi (pathos) dan logika semu (logos). Joki merekonstruksi citra diri sebagai "penyelamat" (savior) yang memiliki otoritas semu (Ethos), sementara menempatkan debitur dalam posisi subordinat sebagai "korban" yang bergantung. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa AWK efektif membongkar hegemoni digital yang beroperasi melalui strategi manipulasi kognitif (risk reduction) demi keuntungan ekonomi sepihak.