Fani Firda Yuniarti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengokohkan Persaudaraan Melalui Nilai-Nilai Al-Qur’an: Studi Komparatif Tafsir Klasik dan Kontemporer Fani Firda Yuniarti
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The practice of the concept of brotherhood has recently been challenged by exclusive behavior. Brotherhood in its various forms, such as brotherhood based on shared beliefs, national brotherhood, and human brotherhood, is difficult to achieve because of this exclusivity. Brotherhood in the Qur'an has many contexts and scopes, namely brotherhood because of blood relations, kinship, religion, profession, and humanity. All of these contexts and scopes are beautifully intertwined. What is destructive is excessive pride in lineage, wealth, and territory, as well as unfairness and disrespect for human dignity due to differences in skin color and class. In this regard, this article examines the concept of brotherhood in the Qur'an, which is specifically explained in QS. Al-Hujurat: 10 and 13, as well as QS. Ali Imran: 103. In discussing these verses on brotherhood, the author uses a comparative method of interpretation al-Baghawi and al-Mizan. The reason for choosing these two interpretations is primarily to seek insights from classical and contemporary interpretations, as well as to capture two traditions of interpretation from different schools of thought. Based on the study of these two interpretations, it was found that in establishing and maintaining brotherhood, it is necessary to have mutual respect and fairness towards one another. There should be no sense of superiority, nor excessive pride in oneself, lineage, wealth, or race. The absence of fairness and mutual respect.
Pelatihan Muhadloroh: Strategi Pengembangan Kemampuan Public Speaking Siswa SDN Windu Karangbinangun Lamongan Muhammad Arwani Rofi’i; Anis Ulfiyatin; Fani Firda Yuniarti; Ratna Dewi Kumalasari; Siti Aisyah Amelia
Bale Pengabdian: Journal Of Community Service (BPJCS) Vol. 1 No. 2 (2025): Bale Pengabdian: Journal Of Community Service (BPJCS)
Publisher : At Taawun Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65798/bpjcs.v1i2.22

Abstract

Masa sekolah dasar merupakan tahap perkembangan yang sangat penting dan memerlukan stimulasi optimal di berbagai aspek, terutama dalam perkembangan sosial. Rasa percaya diri sebagai unsur utama pembentuk karakter anak bukanlah sifat bawaan, melainkan dapat ditumbuhkan melalui interaksi dan pengalaman sosial. Banyak siswa mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga muncul rasa kurang percaya diri, cemas, dan takut berbicara di depan umum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pelatihan Muhadloroh sebagai sarana penguatan kemampuan public speaking bagi siswa SDN Windu, Karangbinangun. Pelatihan ini dirancang menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari observasi, pendampingan, hingga praktik langsung. Kegiatan meliputi pelatihan menjadi pembawa acara (MC), penyampaian pidato, serta pembuatan yel-yel motivatif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek keberanian, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa. Dengan demikian, pelatihan Muhadloroh terbukti efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum, serta membentuk karakter siswa yang komunikatif dan berani.