Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Level of Psychological Well-being Among Civil Servants at the P2KBP3A Office in Badung Regency Bayu Satria, I Made Bayu Satria Wijaya; Hartika, Listiyani Dewi; Septiarly, Yashinta Levy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.4396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat psychological well-being (PWB) pada pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas P2KBP3A Kabupaten Badung berdasarkan enam aspek yang dikemukakan oleh (Ryff, 1989), yaitu self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 57 pegawai ASN sebagai responden. Instrumen pengumpulan data berupa Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, crosstabs, dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pegawai berada pada kategori PWB menengah, hasil uji peraspek pada variabel PWB juga menunjukkan hasil yang sama yaitu mayoritas pegawai berada pada katagori menegah. Aspek positive relations with others dan personal growth menunjukkan proporsi skor tinggi terbanyak, sedangkan environmental mastery, dan purpose in life memiliki skor rendah yang dominan. Uji chi-square menunjukkan bahwa dari lima faktor demografis yang dianalisis (usia, jenis kelamin, pendidikan, lama bekerja, dan jabatan), hanya jabatan yang menunjukkan hubungan signifikan terhadap tingkat PWB. Temuan ini menunjukkan bahwa peran struktural dalam organisasi, seperti jabatan, memiliki hubungan yang signifikan terhadap pencapaian PWB, mendukung pandangan (Ryff, 1989) yang menyebutkan bahwa PWB merupakan pengukuran yang bersifat dinamis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang intervensi kebijakan untuk meningkatkan psychological well-being pegawai di lingkungan pemerintahan.