Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Berdasarkan Teori Health Belief Model (HBM): Studi Literatur 2013-2025 Syifa Aprilia Azzahra; Luqman Effendi
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2024

Abstract

Premarital sexual behavior in adolescents is a public health issue influenced by various individual, social, and environmental factors. Changes in social norms, technological advancements, and limited reproductive health knowledge make adolescents a group vulnerable to risky sexual behavior. This study aims to examine the factors influencing premarital sexual behavior among adolescents based on the Health Belief Model (HBM) approach. The method used is a Systematic Literature Review (SLR), review national and international scientific articles published between 2013 and 2025. Data sources were abtained from Google Scholar and ScienceDirect, with inclusion criteria including articles in Indonesia and English, open access, full text, and relevant to HBM components. The study result indicate that factors such as perceived barriers, self-efficacy, and the quality of information play an important role in shaping adolescent sexual behavior. Low knowledge and limited perception oh the negative impacts of premarital sex increase the risk of engaging in risky sexual behavior. In addition, health promotion interventions based on the Health Belief Model (HBM) have been proven effective in improving knowledge, attitudes, and preventive behaviors regarding premarital sex among adolescents. Therefore, the HBM approach is recommended as a basis for developing comprehensive and sustainable adolescent reproductive health education and promotion programs.
Asi Ekslusif : Investasi Kesehatan Jangka Panjang  untuk Pertumbuhan Optimal Bayi Abul A’la Al-Maududi; Sanyatul Khasanah; Diandra Nova Alia; Ratna Vanessa; Nasywa Safitri; Syifa Aprilia Azzahra; Ikhsan Arif Adilla
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.146

Abstract

Kekurangan gizi merupakan penyebab utama kematian bayi, di mana pemberian ASI eksklusif menjadi solusi krusial untuk mencegah gizi buruk dan penyakit infeksi. Meskipun manfaatnya luas, praktik ASI eksklusif masih terhambat oleh rendahnya pengetahuan inu, persepsi ketidakcukupan ASI, dan pengaruh promosi susu formula. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai pentingnya ASI eksklusif sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi pertumbuhan optimal bayi. Metode intervensi dilakukan pada 21 Desember 2025 di posyandu Mawar 2, Cirendeu, Ciputat Timur dengan sasaran 17 ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint dan poster, dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif. Evaluasi keberhasilan diukur mengunakan instrumen kuesioner melalui pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan pengetahuan yang dignifikan pada peserta. Rata-Rata skor meningkat sebesar 11%, dari 72% pada saat pre-test menjadi 83% pada saat post-test. Secara distribusi frekuensi, responden dengan kategori pengetahuan “Baik” melonjak dari 47,06% (8 orang) menjadi 70,59% (12 orang). Sebaliknya, kategori pengetahuan “Cukup” menurun drastis seiring meningkatnya pemahaman responden mengenai manfaat kolostrum, teknik menyusui, dan manajemen laktasi. Kesimpulan: penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu menyusui. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri (efikasi diri) ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan angka kematian bayi.