Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Analisis Perilaku Kegagalan pada Struktur Portal Baja Cold-Formed Double C Berhadapan (Toe to Toe) terhadap Beban Statis Farras Wisandana, Haafizh Daffa; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, industri kontruksi telah menjadi salah satu kontributor utama perekonomian karena fenomena urbanisasi yang menyebabkan populasi perkotaan meningkat dari 30% menjadi 56% selama tujuh puluh tahun terakhir. Oleh karena itu, industri konstruksi harus mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dengan melakukan inovasi dibidang kontruksi guna menggantikan metode atau material konvensional yang tidak ramah lingkungan, salah satunya adalah baja cold-formed. Di Indonesia, penggunana baja cold-formed sebagai struktur utama suatu bangunan hingga saat ini belum diterapkan. Oleh karena itu diperlukan pengujian lebih lanjut mengenai perilaku kekuatan serta kapasitas beban maksimum pada baja cold-formed dengan struktur portal sambungan top & seat angle serta pelat samping dengan variasi pembebanan melalui software ABAQUS. Penggunaan baja cold-formed dengan sambungan sekrup perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan profil kanal ganda (C) 80x30x9x0,75 mutu G550 dengan satu variasi balok sepanjang 500 mm dan dua variasi kolom sepanjang 500 mm serta 1000 mm. Profil ini akan disusun secara berhadapan (Toe to Toe) yang disambung menggunakan sekrup SDS 12x20. Tumpuan yang dipakai pada kedua kolom yaitu jepit-jepit dengan jumlah sekrup pada pelat top & seat angle ialah 8 sekrup dan pelat samping 6 sekrup. Sehingga dilakukan perbandingan perilaku dan efektivitas kekuatan tahanan struktur serta sambungan struktur portal berdasarkan analisis SNI 7971:2013 dan software ABAQUS. Didapatkan efektivitas hasil kapasitas beban maksimum yang dapat diterima oleh struktur portal berdasarkan analisa SNI 7971:2013 dan software ABAQUS mencapai 50,99% lebih efektif variasi panjang kolom 500 mm dibandingkan variasi panjang kolom 1000 mm. Sedangkan efektivitas hasil kapasitas beban maksimum antar variasi sambungan mencapai 4,73% lebih efektif variasi sambungan top & seat angle serta pelat samping. Sehingga semakin rendah angka kelangsingan profil dan semakin tinggi kekakuan akibat penambahan sambungan, maka semakin besar kapasitas beban yang dapat diterima struktur sambungan tersebut.Kata kunci: Baja Cold-Formed, Kapasitas Beban, Struktur Portal, Software ABAQUS, Variasi Sambungan Balok-Kolom, Variasi Panjang Kolom.
Analisis Perubahan Momen-Kurvatur Kolom akibat Pengaruh Beban Gempa Rencana Berdasarkan SNI 1726:2019 pada Perencanaan Beton Bertulang (Studi Kasus Gedung X Universitas Y Kota Malang) Prastowo, Asyha Sefie; Dr. Retno Anggraini, ST., MT.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi akibat pertemuan tiga lempeng tektonik utama, sehingga perencanaan struktur bangunan tahan gempa menjadi aspek yang sangat penting. Salah satu elemen struktur yang berperan signifikan dalam menjaga stabilitas bangunan adalah kolom beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan hubungan momen–kurvatur kolom akibat pengaruh beban gempa rencana berdasarkan ketentuan SNI 1726:2019. Objek penelitian berupa gedung eksisting yang dilakukan perencanaan ulang dengan parameter gempa terbaru. Analisis difokuskan pada perilaku momen–kurvatur kolom mulai dari kondisi pra-retak, leleh tulangan, hingga kondisi ultimit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik kurva momen–kurvatur antara kolom eksisting dan kolom hasil perencanaan ulang. Kolom dengan rasio tulangan lebih besar menghasilkan kapasitas momen dan daktilitas yang lebih baik dibandingkan kolom dengan rasio tulangan lebih kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa rasio tulangan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku daktil kolom dalam menahan beban gempa. Dengan demikian, pemenuhan ketentuan rasio tulangan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan keamanan struktur beton bertulang terhadap beban gempa. Kata kunci: SNI 1726, momen-kurvatur, kolom, struktur beton bertulang, rasio tulangan
Studi Analisis Pemodelan Perilaku Lentur pada Balok Profil Boks dengan Material Komposit Particle Wood Board dan Cold-Formed Steel PANDITYA, DAFASYA; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis perilaku lentur balok profil boks berbahan cold-formed steel dengan penambahan material komposit Particle Wood Board melalui pemodelan elemen hingga menggunakan ABAQUS. Tiga model balok dengan panjang bentang 1.000 mm dianalisis, yaitu balok cold-formed steel tunggal, balok profil boks, dan balok komposit cold-formed steel–Particle Wood Board. Material baja dimodelkan sebagai elastis–plastis, sedangkan Particle Wood Board sebagai elastis linier. Parameter yang ditinjau meliputi kapasitas beban maksimum, lendutan, tegangan lentur, serta distribusi plastic equivalent strain (PEEQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas beban maksimum meningkat dari 1,88 kN pada balok tunggal menjadi 9,58 kN pada profil boks, dan mencapai 12,277 kN pada balok komposit. Distribusi PEEQ menunjukkan plastisasi terkonsentrasi pada elemen baja, sementara Particle Wood Board berperan meningkatkan kekakuan dan menunda keruntuhan lentur.
Pengaruh Variasi Persentase Serbuk Kaca dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Tarik Belah Beton Tandialla, Asma'ifah Gresinda; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang penggunaannya sangat tinggi, namun proses produksinya membutuhkan semen yang berdampak pada lingkungan. Limbah serbuk kaca dan fly ash memiliki potensi sebagai bahan substitusi parsial semen karena kandungan pozolannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi parsial semen menggunakan serbuk kaca (SK) dan fly ash (FA) terhadap sifat mekanik beton, khususnya kuat tarik belah. Variasi campuran menggunakan kombinasi substitusi SK dan FA dengan target mutu beton K-300. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk limbah kaca tanpa fly ash memicu tren penurunan kekuatan pada proporsi substitusi 7,5% dengan penurunan mencapai 15,23% pada umur 28 hari. Namun, kombinasi fly ash dan serbuk limbah kaca terbukti dapat meningkatkan kinerja mekanik beton pada umur 56 hari akibat adanya reaksi pozolanik lanjutan. Variasi campuran 10% serbuk kaca dan 20% fly ash merupakan kadar yang paling optimum, yang mengalami peningkatan kuat tarik belah sebesar 20,53% dari kuat tarik belah rencana. Penggunaan kombinasi kedua material limbah ini efektif meningkatkan kinerja beton dan mengurangi penggunaan semen konvensional.
Pengaruh Variasi Persentase Serbuk Kaca dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Lentur Beton Kusuma, Rafif Arya; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Ananda Insan Firdausy, ST., MT., M.Sc., Ph.D., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk yang diikuti bertambahnya limbah dan kebutuhan semen akibat pembangunan infrastruktur. Penggunaan semen dalam jumlah besar berdampak terhadap lingkungan sehingga diperlukan material alternatif yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan serbuk kaca sebagai substitusi sebagian semen. Namun, serbuk kaca belum mampu menggantikan fungsi semen sepenuhnya sehingga digunakan fly ash sebagai bahan pozzolan untuk meningkatkan sifat mekanis beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan serbuk kaca dan fly ash sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat lentur beton umur 28 dan 56 hari. Penelitian menggunakan 48 benda uji balok berukuran 53×15×15 cm dengan delapan variasi campuran. Agregat dikondisikan dalam keadaan saturated surface dry (SSD), kemudian beton dirawat menggunakan karung goni basah selama 14 hari dan diuji pada umur 28 serta 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 28 hari penggunaan serbuk kaca meningkatkan kuat lentur hingga 10,169% pada substitusi 10%, sedangkan penggunaan 20% fly ash meningkatkan kuat lentur sebesar 33,466%. Pada umur 56 hari, penggunaan serbuk kaca meningkatkan kuat lentur hingga 36,056%, sedangkan penggunaan 20% fly ash meningkatkan kuat lentur sebesar 51,093%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh CaO yang mendukung hidrasi semen serta reaksi pozzolanik SiO₂ yang membentuk ikatan C-S-H. Namun, peningkatan kadar serbuk kaca yang lebih tinggi menyebabkan kuat lentur menurun akibat berkurangnya jumlah semen dalam campuran.Kata Kunci: fly ash, kuat lentur, serbuk kaca
Pengaruh Variasi Persentase Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash/RHA) dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Lentur Beton Sony Akbar Surya Syahputra; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material utama dalam berbagai proyek konstruksi berskala besar, seperti gedung bertingkat tinggi, jalan tol, jembatan, dan struktur lainnya sehingga beton menjadi material konstruksi yang paling banyak digunakan. Peningkatan kebutuhan beton dapat memicu masalah lingkungan akibat dari emisi karbondioksida yang dihasilkan dalam proses pembakaran, sehingga diperlukan material alternatif seperti RHA dan fly ash untuk menggantikan sebagian semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi persentase optimum dari RHA dan fly ash terhadap kuat lentur beton pada umur 28 dan 56 hari. Variasi persentase RHA yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% serta fly ash sebesar 0% dan 20% dengan faktor air semen (fas) sebesar 0,436. Setiap variasi pada balok beton yang diuji memiliki variasi masing masing dengan jumlah 3 buah balok. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, penggunaan RHA dan fly ash dapat meningkatkan kuat lentur beton terutama pada variasi R10F0 sebesar 3,51 MPa pada umur 28 hari dan meningkat menjadi 4,13 MPa pada umur 56 hari. Sementara itu, pada campuran yang menggunakan fly ash, variasi R0F20 memiliki kuat lentur paling tinggi yaitu sebesar 4,67 MPa pada umur 28 hari dan 5,08 MPa pada umur 56 hari. Peningkatan kuat lentur pada umur yang lebih panjang menunjukkan bahwa reaksi pozzolanik dari RHA dan fly ash masih berlangsung sehingga berkontribusi terhadap perkembangan kekuatan beton. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa RHA dan fly ash berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Variasi campuran yang memberikan hasil paling optimum pada penelitian ini adalah R10F0 untuk beton tanpa fly ash dan R0F20 untuk beton dengan penambahan fly ash sebesar 20%. Kata Kunci : fly ash, Kuat Lentur Beton, Rice Husk Ash (RHA)