Penelitian ini dilakukan di PT Pradja Agro Indoland dan bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produksi minyak goreng Zico, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan produk, serta merumuskan rekomendasi solusi perbaikan kualitas. Metode yang digunakan yaitu metode Statistical Quality Control (SQC) yang bertujuan untuk menganalisis apakah pengendalian kualitas yang dilakukan sudah dikatakan layak atau tidak. Metode SQC menggunakan alat bantu analisis yang dikenal dengan seven tools yang meliputi lembar pemeriksaan, histogram, diagram pareto, diagram sebar, diagram sebab-akibat, diagram alir, dan peta kendali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengendalian kualitas minyak goreng Zico sudah layak namun masih perlu perbaikan kedepannya. Diagram alir menunjukkan proses produksi minyak goreng Zico yang meliputi penerimaan bahan baku, penyabunan, pencucian, pemasakan, dan penyaringan. Berdasarkan peta kendali, tidak ada titik yang melewati garis CL=0,0048; UCL=0,0068; LCL=0,0027 yang berarti kualitas produk masih dapat ditoleransi. Hasil dari histogram dan diagram pareto menunjukkan urutan jenis kerusakan tertinggi hingga terendah yaitu asam lemak bebas dengan nilai 1,754/52,25%, kadar air dengan nilai 1,520/45,28%, dan kadar kotoran 0,083/2,47%. Diagram sebar menunjukkan tidak adanya hubungan antar jenis kerusakan. Diagram sebab-akibat menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kerusakan produk yaitu bahan baku, mesin, tenaga kerja, dan metode. Adapun rekomendasi perbaikan yang diusulkan yaitu peningkatan standar kualitas bahan baku, pembagian tugas pekerja sesuai kemampuan dan keahlian, dan lebih rutin melakukan pemeliharaan mesin produksi.