Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN USAHA OLAHAN LELE DI KABUPATEN BOYOLALI R, Erlyna Wida; Anam, Choirul
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan usaha pembesaran lele dumbo di Boyolali telah diikuti berkembangnya industri Usaha Kecil dan Menengah pengolahan aneka produk lele. Usaha ini berdampak pada berdirinya usaha pengolahan berbahan baku lele diantaranya KUBE Karmina dan KWT Ngudi Mulyo. Produk olahan yang telah diproduksi antara lain abon lele, aneka kripsi dari kulit lele, sirip, tulang dan daging lele. Industri ini dapat sebagai pekerjaan ibu-ibu rumah tangga dan dapat menambah penghasilan keluarga di daerah tersebut. Dalam perkembangannya, kedua kelompok mengalami masalah yang sama dalam pengirisan/perajangan kerupuk/daging lele dan kendala pemasaran. Tujuan pengabdian ini memperbaiki proses produksi dalam mengembangkan usaha pengolahan lele agar produknya lebih baik dan perluasan jaringan pemasaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diintroduksikan meat slicer dan perluasan jaringan pemasaran melalui media cetak dan penjalinan kerjasama dengan warung makan dan toko oleh-oleh. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah 1) hasil rajangan kerupuk sudah terstandar tetapi untuk keripik daging lele masih perlu perbaikan, 2) Perluasan jangkauan pemasaran mengarah pada rumah makan, 3) Terjadi peningkatan omset produksi maupun omset penjualan di masing-masing kelompok. Produk yang terstandar dapat menjamin kualitas sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk semakin meningkat.Kata kunci : meat slicer, pengolahan, pemasaran
PERBAIKAN KEMASAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK UKM MURNI SNACK Kusnandar Kusnandar; Mohamad Harisudin; R. Kunto Adi; Rr. Aulia Qonita; Isti Khomah; Erlyna Wida Riptanti; Nuning Setyowati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i2.34958

Abstract

UKM Murni Snack adalah UKM di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah yang bergerak di bidang makanan ringan. UKM ini kurang memiliki daya saing, karena kondisi dari tahun ke tahun relatif sama. Padahal persaingan usaha makanan, semakin hari semakin ketat. UKM ini memiliki permasalahan antara lain label kemasan yang masih sederhana, kemasan produk masih biasa, dan keadaan UKM belum bisa berkembang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan beberapa metode yaitu sosialisasi kegiatan; introduksi label, kemasan dan hand sealer; pelatihan kewirausahaan serta kegiatan pendampingan. Tim pengabdi melakukan kegiatan yang terdiri dari perbaikan label kemasan, mengintroduksikan jenis kemasan yang bersifat marketable dengan menggunakan kemasan standing pouch, mengintroduksikan alat berupa hand sealer, dan kegiatan pelatihan kewirausahaan. Kegiatan pengabdian masyarakat sudah dapat memberikan perbaikan kondisi UKM, pengetahuan UKM meningkat dan pemasaran menjadi lebih baik.
PENGELOLAAN HOME INDUSTRY USAHA BAKPIA DI KABUPATEN KLATEN Erlyna Wida R; Choirul Anam
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 1 No 01 (2016): January 2016
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol1.iss1.art3

Abstract

Bakpia business development in Klaten district has not been as fast as bakpia run business entrepreneurs in Yogyakarta. The hindrance is faced by them as follow : 1) The production process is not good, 2) The process of making the dough skin and the contents are less efficient, and 3) management sub-optimal effort. This causes increased effort bakpia no significant effort. Two UKM that become partners in the program of this devotion is Jaka Santosa and UKM Harwati. Based on the problems in t the solution and approach is offered as follows: 1) Introduction of means of production is good and right, 2) introduction of appropriate technology kneading machine bakpia skin and content, and 3) Improved management.The activities carried out in both UKM partners include: 1) Introduction of means of production is good and right, 2) introduction of technology appropriate mixing machine dough skin and the contents bakpia, 3) Improved management, and 4) Facilitation of activities held at least once a month to see the development of the results that have been achieved. Results of this activity is the management of the business in both the UKM partners can increase sales volume by 25 percent. This is accomplished by saving time in the process of kneading, quality improvement and business management are increasingly significant.
Growing A Technopreneurship-Based New Entrepreneur In Business Incubator Kunto Adi; Erlyna Wida Riptanti; Heru Irianto
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 2 No 02 (2017): May 2017
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activity-based growth of new entrepreneurs at the Business Incubator's Technopreneurship general aim is to increase the capacity building of Business Incubator Unit PSP-MSME and SME tenants so as to improve students technoprenership-based entrepreneurship. Special Interest devotion second year: 1) Develop a productive unit that has been established in the first year, 2) Conducting the process of recruitment and selection of candidates SME tenants from students or alumni of UNS, 3) Improve the skills and knowledge of the field of productive business tenant.The results of activities in the second year are selected 10 tenants who pass the program to continue the business of fruit chips "Amaji Food". The tenant learned from the process of procurement of raw materials, production processes, packaging to marketing. Various exhibitions are also attended by the tenant in introducing the product "Amaji Food" to the public. The tenant also diversified its new products started to produce chips, carrots, radishes, beans and pumpkin. However, the new product is still in early stages of introduction to the market to evaluate the response of the market. 
Growing A Technopreneurship-Based New Entrepreneur In Business Incubator Kunto Adi; Erlyna Wida Riptanti; Heru Irianto
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 2 No 02 (2017): May 2017
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activity-based growth of new entrepreneurs at the Business Incubator's Technopreneurship general aim is to increase the capacity building of Business Incubator Unit PSP-MSME and SME tenants so as to improve students technoprenership-based entrepreneurship. Special Interest devotion second year: 1) Develop a productive unit that has been established in the first year, 2) Conducting the process of recruitment and selection of candidates SME tenants from students or alumni of UNS, 3) Improve the skills and knowledge of the field of productive business tenant.The results of activities in the second year are selected 10 tenants who pass the program to continue the business of fruit chips "Amaji Food". The tenant learned from the process of procurement of raw materials, production processes, packaging to marketing. Various exhibitions are also attended by the tenant in introducing the product "Amaji Food" to the public. The tenant also diversified its new products started to produce chips, carrots, radishes, beans and pumpkin. However, the new product is still in early stages of introduction to the market to evaluate the response of the market. 
INTRODUKSI BOOTH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARNESS KUE LEKER MENUJU UKM NAIK KELAS Choirul Anam; Erlyna Wida R.
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v8i1.1375

Abstract

Kue leker adalah jajanan tradisional yang populer di Jawa Tengah yaitu di Kota Semarang dan Surakarta. Penjual kue leker biasanya berjualan dengan bantuan gerobak dorong model gerobak mie bakso. Namun, usaha ini mulai terpinggirkan dengan adanya jajanan modern yang semakin bertambah variasinya di Kota Surakarta. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan introduksi booth sebagai upaya meningkatkan brand awarness kue leker di masyarakat. Metode kegiatan dilaksanakan dengan introduksi booth, observasi dan pendampingan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua UKM mitra dapat memanfaatkan booth sebagai media promosi dalam memperluas pemasaran ke segmentasi konsumen kelas menengah atas. Booth ini menciptakan brand awarness kepada konsumennya bahwa kue leker bukan lagi sebagai makanan pinggir jalan tetapi sudah menjadi makanan tradisional sekelas makanan jajanan modern. Konsumen mulai terkesan dengan kehadiran kue leker di mall-mall karena booth yang digunakan berbeda dengan booth yang ada di pasaran.
PENINGKATAN KUALITAS DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN LELE Erlyna Wida R; Choirul Anam
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v7i2.1131

Abstract

Perkembangan usaha pembesaran lele dumbo di Boyolali telah diikuti berkembangnya industri UKM pengolahan aneka produk lele. Usaha ini berdampak pada berdirinya usaha pengolahan berbahan  baku lele diantaranya KUBE Karmina dan KWT Ngudi Mulyo. Produk olahan yang telah diproduksi antara lain abon lele, aneka  crispy dari kulit lele, sirip, tulang dan daging lele. Industri ini dapat sebagai pekerjaan ibu-ibu rumah tangga dan dapat menambah penghasilan keluarga di daerah tersebut. Dalam perkembangannya, kedua kelompok mengalami masalah yang sama dalam pengirisan/ perajangan kerupuk/ daging lele dan kendala pemasaran. Tujuan pengabdian ini memperbaiki proses produksi dalam mengembangkan usaha pengolahan lele agar produknya lebih baik dan perluasan jaringan pemasaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diintroduksikan  meat slicer  dan perluasan jaringan pemasaran melalui media cetak dan penjalinan kerjasama dengan warung makan dan toko oleh-oleh. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah 1) hasil rajangan kerupuk sudah terstandar tetapi untuk keripik daging lele masih perlu perbaikan, 2) Perluasan jangkauan pemasaran  mengarah pada rumah makan, 3) Terjadi peningkatan omset produksi maupun omset penjualan di masing-masing kelompok. Produk yang terstandar dapat menjamin kualitas sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk semakin meningkat. Kata kunci : meat slicer, pengolahan, pemasaran 
PERBAIKAN KEMASAN KRIPIK BASRENG UNTUK MENINGKATKAN PERLUASAN PASAR PADA UKM SUKI Kusnandar Kusnandar; Mohamad Harisudin; Rr. Aulia Qonita; Erlyna Wida Riptanti
MINDA BAHARU Vol 5, No 2 (2021): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v5i2.3474

Abstract

Kemasan merupakan hal yang penting di dalam mengemas suatu produk. Kemasan dapat menjaga supaya produk berada dalam kondisi aman, terlihat lebih cantik dan menarik,  sehingga produk dapat memikat konsumen atau pembeli. Kondisi persaingan antar produsen makanan yang semakin besar, menyebabkan nilai estetika dari sebuah kemasan akan menjadi daya tarik tersendiri. Nilai estetika kemasan merupakan salah satu cara untuk menjaring konsumen. Permasalahan yang dihadapi UKM Suki adalah kemasan produk yang tidak menarik dan belum menunjukkan informasi mengenai kripik bangsreng. Kegiatan Pengabdian Mayarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini mempunyai tujuan untuk memperbaiki desain kemasan Kripik Basreng UKM Suki agar dapat lebih menarik, bagus dan marketable. Pengabdian ini menggunakan metode pendampingan di dalam proses perbaikan desain kemasan yang digunakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan dan introduksi kemasan yang lebih marketable dapat meningkatkan image  produk Kripik Basreng UKM Suki. Produk dapat bersaing di pasaran, sehingga produk dapat dipasarkan lebih luas.
Pengaruh Citra Destinasi dan Electronic Word Of Mouth (E-WOM) Dalam Menentukan Kunjungan Wisata (Studi Kasus Pada Kampoeng Kopi Banaran Semarang) Shalsha Afifah Ayumi; Erlyna Wida Riptanti; Isti Khomah
Jurnal E-Bis Vol 6 No 1 (2022): Vol. 6 No 1 2022
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-bis.v6i1.890

Abstract

Agrotourism is currently very popular with tourists because it can increase knowledge and experience. Tourists currently choose destinations based on information from reviews on social media, another name is electronic word of mouth. The COVID-19 pandemic has led to a decline in visitor, strategies are needed to maintain and improve the quality of tourism. Purpose of this research to find the influence of destination image and E-WOM on tourist visits. The basic method is descriptive analytic with research techniques. 150 respondents were used for the sample. The analytical tool in this research is SEM-PLS. The results showed that the destination image had no effect on determining tourist visits, but after being mediated by visitor interest, the destination image had an influence on determining visits. The E-WOM variable directly or mediated by visitor interest have an impact on determining tourist visits.
PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KURMA GOLDEN ORIENT (STUDI KASUS TOKO OLEH-OLEH ALKATHIRI SURAKARTA) Dewani, Mayang Risti; Riptanti, Erlyna Wida; Setyowati, Setyowati
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2023): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2.4208

Abstract

Dates originating from Egypt are the best-selling dates in Indonesia. Dates from Egypt have the designation Golden Orient which is produced by the Orient Group. The shape of the large dates, with a soft texture, and cheap, makes the Golden Orient dates in great demand by consumers. This study aims to determine the effect of marketing mix 4P simultaneously and partially on purchasing decisions of Golden Orient Dates. This research is also to find out the most influential variables on consumer decisions to buy Golden Orient Dates. Determining the location purposively with 100 respondents. The type of data used is Likert scale primary data, answers obtained through questionnaires and interviews. Data analysis used multiple linear regression with SPSS 25. The results of the analysis explained simultaneously eight variables influencing purchasing decisions. Individually, variables of quality, packaging, price affordability, and price suitability influencing purchasing decisions. Golden Orient dates have good quality in terms of texture and taste, and have attractive packaging. The price of Golden Orient dates is affordable with quality according to the price. Accessibility, parking facilities, advertising, and advertising time have no significant effect. Companies need evaluation related to this matter to improve purchasing decisions. The most dominant variable influencing is price affordability, because it is cheaper than other stores.