ABSTRACT Negative student behaviors, such as tardiness, truancy,classroom disruptions, use of harsh language, and low learning motivation, remain a challenge at Madrasah Aliyah 3 Pidie and require systematic handling through individual counseling services. This study aims to describe the implementation of individual counseling services in addressing the negative behavior of class XII students and evaluate its effectiveness in changing student behavior. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with the principal, Guidance and Counseling (BK) teachers, and students, supported by documentation studies. The individual counseling process is carried out through stages of problem identification, exploration, intervention, follow-up planning, evaluation, and monitoring of progress. The results showed that individual counseling services are effective in reducing students' negative behavior. This is indicated by an increase in student discipline from 40% to 75% and a decrease in undisciplined behavior from 60% to 25%. These findings are in line with the client-centered counseling approach which emphasizes empathy, unconditional acceptance, and the counselor's authenticity in helping students understand and manage their behavior. This research confirms that individual counseling services not only function curatively, but also have a preventive and developmental role in shaping student character. ABSTRAK Perilaku negatif siswa, seperti keterlambatan, membolos, keributan di kelas, penggunaan bahasa kasar, serta rendahnya motivasi belajar, masih menjadi tantangan di Madrasah Aliyah 3 Pidie (MAN 3 Pidie) dan memerlukan penanganan yang sistematis melalui layanan konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan konseling individu dalam menangani perilaku negatif pada siswa kelas XII, serta mengevaluasi efektifitasnya terhadap perubahan perilaku siswa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan siswa kelas XII yang telah mengikuti layanan konseling individu, serta di dukung oleh studi dokumentasi. Proses layanan konseling individu di laksanakan meluli tahapan identifikasi masalah, eksplorasi, interfensi, perencanaan tindak lanjut, evaluasi, dan pemantauan perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu efektif dalam mengurangi perilaku negatif siswa. Hal ini di tunjukkan oleh peningkatan kedisiplinan siswa dari 40% menjadi 75% serta perubahan perilaku tidak disiplin dari 60% menjadi 25%. Temuan ini sejalan dengan pendekatan client-centered counsiling yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor dalam membantu siswa memahami dan mengelola perilakunya. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan konseling individu tidak hanya berfokus secara kuratif, tetapi juga memiliki peran preventif dan developmental dalam membentuk karakter siswa.