Ode Nining Setiyawan, Wa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI POLYNOMIAL Rizal, Rizal; Ode Nining Setiyawan, Wa; Sahija, La
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8849

Abstract

ABSTRAK Pendidikan matematika memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21, namun pada praktiknya kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal. Matematika, khususnya materi aljabar seperti polinomial, menuntut siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi polinomial di kelas XI SMA Negeri 6 Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposive dari siswa kelas XI pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis berbasis indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 70%, sementara kategori tinggi masih relatif rendah dan kategori rendah masih memerlukan perhatian khusus. Pada indikator interpretasi, siswa menunjukkan capaian yang cukup baik, namun pada indikator analisis, evaluasi, dan inferensi capaian siswa tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa belum konsisten dalam mengorganisasi informasi, mengevaluasi ketepatan strategi, serta menarik kesimpulan secara logis dalam menyelesaikan masalah polinomial. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa belum optimal, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas pemecahan masalah dan penguatan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran aljabar. ABSTRACT Mathematics education plays a strategic role in developing students’ critical thinking skills as an essential component of 21st-century competencies; however, in practice, these skills have not been optimally developed. Mathematics learning, particularly algebraic topics such as polynomials, requires students to analyze information, evaluate solution strategies, and draw logical conclusions. This study aims to analyze students’ critical thinking skills in mathematical problem solving on polynomial material in Grade XI of SMA Negeri 6 Baubau. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were Grade XI students selected purposively during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through written tests designed based on indicators of mathematical critical thinking skills and supported by documentation of students’ work. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the majority of students are in the moderate category of critical thinking ability, accounting for 70% of the participants, while the high category remains relatively low and the low category still requires special attention. In terms of indicators, students demonstrated adequate achievement in interpretation; however, low achievement was found in analysis, evaluation, and inference. These findings indicate that students have not been consistent in organizing information, critically evaluating solution strategies, and drawing logical conclusions when solving polynomial problems. It can be concluded that students’ mathematical critical thinking skills are not yet optimal, highlighting the need for learning strategies that emphasize problem-solving activities and the development of higher-order thinking skills in algebra instruction.
PENGUATAN KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL BAGI MAHASISWA CALON GURU Rahmat Unton, Ali; Masdiana, Masdiana; Sudiah, Lismawati; Karim, Karim; Ode Nining Setiyawan, Wa; Rizal, Rizal; Marsel, Marsel
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10896

Abstract

ABSTRACT This community service activity aims to enhance prospective teachers’ understanding and ability to utilize information technology as a tool in the teaching and learning process. Additionally, this initiative aims to equip them with strong digital skills so they can integrate technology into innovative, creative, and effective teaching methods in the future when they become teachers in schools. Before using information technology, each participant was given a questionnaire to measure learning motivation (Pre-test) using a Likert scale: Strongly Agree, Agree, Somewhat Agree, Disagree, and Strongly Disagree. The questionnaire covered four aspects: 1) Perseverance in learning; 2) Interest and enthusiasm for learning; 3) Independence and participation; 4) Need for learning media. Based on the results obtained, it was found that before the activity was conducted, participants tended to answer “Strongly Agree” or “Agree.” This indicates that participants demonstrated low learning motivation due to the limitations of conventional methods. After the activity concluded, the questionnaire was administered again, and participants demonstrated very high enthusiasm for learning by utilizing information technology in the learning process and improving their digital literacy skills. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para calon guru dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Selain itu, upaya ini bertujuan memberikan keterampilan digital yang baik kepada mereka agar mampu menggabungkan teknologi dalam metode mengajar yang inovatif, kreatif, dan efektif di masa depan ketika mereka menjadi guru di sekolah. Sebelum menggunakan teknologi informasi, setiap peserta diberikan angket untuk mengukur motivasi belajar (Pre-test) dengan skala Likert, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Angket tersebut mencakup empat aspek, yaitu: 1) Ketekunan dalam belajar; 2) Minat dan semangat belajar; 3) Kemandirian dan partisipasi; 4) Kebutuhan media pembelajaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, peserta cenderung menjawab "Sangat Setuju" atau "Setuju". Artinya, peserta menunjukkan motivasi belajar yang rendah karena keterbatasan metode konvensional. Setelah kegiatan selesai, kembali diberikan angket dan peserta menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kemampuan literasi digital mereka.